Twilight - Life and Death. Photo credit: Goodreads

Twilight – Life and Death. Photo credit: Goodreads

Judul: Life and Death: Twilight Reimagined (Twilight #1.75)
Penulis: Stephenie Meyer
Bahasa: Inggris
Format: Ebook (EPUB), 470 hal.
Penerbit:  (2014, first published 2010)
Genre: Drama, realistic fiction, kuliner

Cerita

Taken from Hollywood Reporter’s review:

Stephenie Meyer just released a surprising new novel, Life and Death: Twilight Reimagined, that swaps all of the genders inTwilight.

Throughout the beginning of the new storyline she adjusts a few scenes that stray from the original book.

This change also does not mean that I prefer it to the original or think that the original was ‘wrong,’ ” writes Meyer. “This has always just been the big ‘What if?’ and I wanted to see what it would feel like if Twilight had been the end of the story. If, like Beau, Bella had left the airport just five minutes earlier.”

1 Point for:

cross signStory

cross signSetting

check signCharacterization

cross signWriting style

cross signMoral/interesting trivia

Level of Interest

My Review

Sebagai seorang pembaca, kadang-kadang saya ingin membaca sesuatu yang sedang hits. Alasan itulah yang membuat saya tergerak untuk membaca Life and Death, meskipun saya tidak benar-benar menikmati Twilight, versi orisinal dari buku ini.

Twilight Saga. Photo credit: Proprofs.com

Twilight Saga. Photo credit: Proprofs.com

Jadi, ini adalah Twilight yang di-reimajinasi-kan (meminjam istilah Stephenie Meyer sendiri) dengan konsep pertukaran gender. Dari Bella Swan yang cantik menjadi si tampan dan jangkung Beau Swan. Dari Edward Cullen yang romantis level maksimum menjadi Edythe Cullen yang jelita namun misterius. Tentu saja, semua karakter lain dalam cerita juga dijungkirbalik dengan gender swap. Kecuali Renee dan Charlie, orang tua Beau. Tapi dengan jenis kelamin yang berbeda pun, semua karakter masih memiliki kepribadian yang sama. Benar sekali, Life and Death masih menampilkan Bella versi maskulin dengan semua kelemahan dan kecenderungannya untuk bergantung kepada orang lain. Bedanya, sifat inferior Beau masih lebih bisa ditolerir daripada Bella, karena dia tidak begitu ‘pengeluh’ dan masih sedikit bisa menahan diri terhadap perasaannya kepada Edythe. Intinya, saya tidak merasakan dorongan kuat buat nabok Beau seperti yang selalu saya rasakan terhadap Bella. Spoiler: Ending-nya juga beda total dari Twilight.

vampire-bella-and-edward-cullen-bella-swan-31800139-500-309

Edward Cullen & Bella Swan. Photo credit: id.fanpop.com

Harus diakui, cerita dengan protagonis wanita yang kuat dan protagonis pria yang canggung seperti ini adalah sentuhan baru untuk roman mainstream. Bolehlah disebut cukup feminis. Edythe dan Beau adalah contoh sempurna bahwa seorang wanita tidak selalu tanpa berdaya, sementara laki-laki juga bisa menjadi damsel in distress. Saya pikir seorang lelaku tidak harus selalu kuat dan superior. Mereka toh, hanya manusia biasa, berhak untuk menunjukkan kelemahan seperti halnya wanita.

Walaupun begitu, pada akhirnya saya masih memiliki opini yang tak beda jauh dengan ulasan saya mengenai Twilight. Saya berharap Bella (atau Beau dalam hal ini) memiliki inisiatif lebih, terutama untuk hidupnya. Saya berharap dia membuat keputusan-keputusan yang tidak egois, hanya menuruti cintanya kepada Edythe. Saya kurang setuju dengan cara Stephenie Meyer ‘membela’ Bella/Beau. Ini bukan era Cinderella di mana seorang wanita diharapkan untuk tidak melakukan apa-apa selain menangis dan pasrah, dan lalu seluruh dunia akan berkolaborasi untuk membantunya keluar dari situasi pelik.

Sementara perilaku Edward (atau Edythe) yang menandakan obsesi dan sifat posesif, sebagai pembaca dewasa saya bisa mengerti bahwa itu hanya fiksi, sekadar untuk hiburan. Ini hanya untuk memuaskan imajinasi liar para pecinta roman, bukan untuk menjadi panduan dalam menjalani hubungan di kehidupan nyata.

twilight-kristen-stewart-and-robert-pattinson-1442272466

Edward Cullen & Bella Swan. Photo credit: Summit International

Tidak ada salahnya memandang perilaku Edward yang suka menguntit itu ‘cute‘, selama pembaca tidak membiarkan pasangan masing-masing mengambil semua kendali dalam hubungan. As I said, for entertainment only.

Advertisements

About tantri06

29 years old rain lover, omnireader, and daydreamer. Still trying to improve my bad writing skill and poor english.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s