Serial Cantik.

Serial Cantik Elex Media Komputindo.

Belakangan ini saya lebih sering baca novel. Komik atau manga sudah jadi bacaan yang jarang tersentuh, kecuali otak saya sedang nggak mampu ngolah yang berat-berat tapi tetap butuh bacaan agar bisa terlelap. Iya, saya susah merem tanpa baca sesuatu terlebih dahulu. Kalaupun baca komik, sekarang ini saya lebih suka yang agak berat seperti 7 Seeds, Detektif Conan, Battle Royale (ini berat banget malah, berdarah-darah gitu), atau Aegis In The Dark. Pengecualian buat Hai, Miiko! yang memang saya bela-belain buat beli setiap ada terbitan baru.

Tapi kadang saya juga ingin bernostalgia dengan manga-manga lama yang simpel, romantis, dan hampir nggak kenal sex scene. Kalian yang satu generasi dengan saya pasti paham. Iya, manga remaja yang dulu diterbitkan sebagai Serial Cantik itu. Tahun 1990-an banyak sekali mangaka yang melejit dengan karya-karya semacam ini. Hiromi Mashiba yang gambar dan ceritanya selalu sedih (Tears, Your Smile, Teens), Yu Asagiri, Naoko Takeuchi, Yukari Kawachi (yang bajunya selalu aneh-aneh), Nami Akimoto, Mito Orihara, Chie Ito, dll.

Di antara semua manga lepas dengan gambar dan cerita manis khas anak SMA itu, salah satu yang paling saya suka adalah karya-karya Kyoko Hikawa. Hikawa selalu menawarkan cerita yang sederhana dengan balutan humor. Sudah begitu gambarnya pun sangat tipikal shoujou manga pada zaman itu. Cewek mungil dengan tampang innocent dengan tokoh cowok yang super jangkung dan bertampang keren. Ceritanya cuma seputar masalah cinta-cintaan yang nggak ribet. Masalah utamanya cuma salah paham, gengsi, atau cemburu. Adegan ciuman pun langka, kalaupun ada tidak diperlihatkan secara eksplisit. Tapi justru itu yang bikin kangen.

Sebenarnya tidak banyak karya Kyoko Hikawa yang sudah saya baca. Standalone cuma Girls, Mr. Friday, Harmoni, dan Romantic Dream. Saya belum pernah baca Di Balik Jendela Putih. Mungkin kapan-kapan saya harus memasukkan buku ini ke koleksi. Harusnya tidak sulit dicari, karena Elex sedang rajin-rajinnya menerbitkan kembali Serial Cantik yang dulu nge-hits, termasuk manga-manga Kyoko Hikawa ini. Kelihatannya bukan cuma saya pembaca yang ingin bernostalgia dengan manga 80-90-an.

Manga karya Kyoko Hikawa. Photo credit: Goodreads

Manga karya Kyoko Hikawa. Photo credit: Goodreads

Kanata Kara alias Dunia Mimpi juga tidak saya ikuti. Tapi saya mengikuti Miriam sampai tamat. Dan yang menjadi bacaan wajib saya adalah serial Chizumi dan Fujiomi (Angin Musim Gugur, Pastel Mood, dan Golden Book). Meskipun Chizumi itu jauh lebih bego daripada Bella Swan, mana mungkin saya tidak jatuh cinta kalau ceritanya seimut itu? 😀

Chizumi & Fujiomi. Photo credit: Fujiomi.tripod.com

Chizumi & Fujiomi. Photo credit: Fujiomi.tripod.com

Saya bahkan baru tahu kalau Kyoko Hikawa menerbitkan serial baru di tahun 2005. Judulnya Otogimoyou Ayanishiki, diterjemahkan menjadi Fairy Tale Motif Brocade.

Fairy Tale - Motif Brocade. Photo credit: Zerochan.net

Fairy Tale – Motif Brocade. Photo credit: Zerochan.net

Kali ini setting-nya Jepang zaman Sengoku. Sudah diterjemahkan pula sama Elex Media Komputindo. Saya harap sih, ceritanya bakal semanis karya-karya sebelumnya.

Advertisements

About tantri06

29 years old rain lover, omnireader, and daydreamer. Still trying to improve my bad writing skill and poor english.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s