Photo by Wiimedia Commons/Nexxo

Photo by Wikimedia Commons/Nexxo

Tahu nggak, kalau di perbatasan Inggris ada book town yang isinya buku melulu? Namanya Hay-on-Wye, kota yang disebut-sebut surganya para kutu buku. Aku sendiri baru dengar tentang kota super keren yang ada di pinggiran sungai Wye di Powys, Wales ini.

Book shops everywhere

Namanya juga book town. Di kota ini ada banyak sekali toko buku. Setidaknya ada dua lusin toko buku yang tersebar di hampir tiap sudut kota. Kebanyakan memang toko buku yang menjual buku second. Bibliophile yang hobi koleksi buku-buku tua pasti betah lama-lama di sini.

Ini, nih, kompleks pertokoan di Hay-on-Wye. Semuanya jualan buku dan sekilas mirip deretan toko di Diagon Alley (minus nuansa suram :D).

Photo by Flickr.com/ed_webster

Photo by Flickr.com/ed_webster

Ada juga yang mewah dan nyaman seperti ini.

Photo by The Guardian

Photo by The Guardian

Bisa ketemu furniture unik seperti ini

Photo by Hay-on-wye.co.uk

Photo by Hay-on-wye.co.uk

Dan ada juga yang tokonya sebatas rak kayu di luar rumah seperti ini.

Photo by Flickr/ismas

Photo by Flickr/ismas

Photo by www.gopixpic.com

Photo by Telegraph

Tapi toko buku yang paling legendaris adalah honesty book shop di depan Hay Castle ini. Sambil berburu buku, pengunjung bisa menikmati keindahan bangunan kastil.

Photo by blog.lendabook.co

Photo by blog.lendabook.co

Melihat gambar-gambar toko buku di sana, yang jadi pikiranku cua satu: kalau hujan terus gimana? Yang raknya berjendela memang tinggal ditutup. Yang raknya besar-besar kayak di perpus juga tinggal ditutup terpal. Tapi kan tetep lembap. Sayang kalau bukunya jadi bulukan.

Hay Festival

Photo by Flickr.com/ismas

Photo by Flickr.com/ismas

Hay-on-Wye rutin mengadakan festival literatur setahun sekali, biasanya di bulan Juni. Beberapa tahun belakangan festival itu didanai oleh Daily Telegraph.

Saat festival berlangsung, Hay-on-Wye bisa kebanjiran 80.000 wisatawan, dari penulis, penerbit, sampai pecinta buku dari seluruh dunia. Selain itu ada pertunjukan musik juga. Kalau ada yang minat datang, silakan mampir ke Hay-on-Wye tanggal 21 Mei-31 Mei 2015.

Photo by Photo by www.gopixpic.com

Photo by Photo by http://www.gopixpic.com

Sayangnya, kepopuleran ebook dan penjualan buku secara online turut meredupkan toko-toko antik ini. Sekarang jumlah toko buku di Hay-on-Wye cuma sekitar 40.

Honesty Bookshops

Photo by Bookpatrol.net/

Photo by Bookpatrol.net

Hay-on-Wye juga terkenal karena honesty bookshop alias toko buku kejujuran. Honesty bookshop biasanya berupa rak buku yang diletakkan di depan pagar atau dinding luar rumah.

Konsep toko buku ini adalah pembayarannya yang didasari kejujuran si pembeli. Tidak ada kasir, penjaga toko judes kayak di Crayon Shinchan, atau pemilik toko galak seperti di Hai, Miiko! yang mengawasi. Yang ada cuma kotak uang di salah satu sudut atau kotak surat yang disulap jadi tempat uang. Si pembeli meletakkan uang dan mengambil kembalian sendiri. Patut diacungi jempol, nih.

Photo by Flickr/worldofoddy

Photo by Flickr/worldofoddy

History of the book town

Katanya Wikipedia sama Amusing Planet, toko buku yang bejibun di Hay-on-Wye dimulai oleh Richard George William Pitt Booth atau Richard Booth pada tahun 1961. Pria ini pergi ke Amerika bareng beberapa buruh sewaan buat beli beberapa kontainer buku bekas. Ini, nih, ‘bentuknya’ Pak James, si raja buku di tahun 80-an.

Photo by Wikimedia Commons

Photo by Wikimedia Commons/Tom Ordelman

Setelah pulang ke Wales, James mendirikan toko buku second yang rupanya populer. Saking populernya sampai para tetangga James ikut bikin toko buku juga.

Dalam waktu satu dekade, Hay-on-Wye sudah terkenal sebagai kota buku. Sekarang, kota tersebut kedatangan 500.000 pengunjung setiap tahunnya.

Secara pribadi, aku pingin banget mampir ke sini. Karena aku termasuk pecinta buku bekas dan obralan yang sangat menikmati proses mengaduk-aduk bookfair dan lapak pedagang buku bekas buat menemukan buku layak koleksi. Seringnya kita bisa ketemu buku langka di tempat seperti ini. Di Hay-on-Wye mungkin banyakan buku klasik macam Robinson Crusoe atau Dorian Gray yang bahasanya bikin aku puyeng. 😀 Tapi buat suvenir pun lumayanlah.

Asal bisa fotoin tobuk-tobuk keren di sana atau foto narsis seperti ini juga udah nilai plus buatku.

Photo by Amusing Planet

Photo by Amusing Planet

Terus masih bisa menjelajahi bangunan-bangunan tua di Hay-on-Wye pula. Aku suka kota-kota tua yang dipenuhi bangunan dengan arsitektur bergaya lama begini.

Photo by travel.aol.co.uk

Photo by travel.aol.co.uk

Photo by travel.aol.co.uk

Photo by travel.aol.co.uk

Btw, Hay-on-Wye ini sempet aku angkat jadi artikel buat kerjaan di kantor. Tapi yohh, page view-nya sedikit sekali. Miris. Kayaknya cuma aku sendiri yang excited nulisnya.

Pembaca rubrikku masih lebih seneng artikel si om master kungfu yang tetep napas meskipun lehernya digantung atau cowok yang body modification biar mirip platypus daripada book town. 😦

Ya sudahlah.

Pokoknya semoga kapan-kapan beneran kesampaian mampir ke sini.

Advertisements

About tantri06

29 years old rain lover, omnireader, and daydreamer. Still trying to improve my bad writing skill and poor english.

6 responses »

  1. erdeaka says:

    wwaaahhhh…. aku pengeeennn!!!!! *ngelier*

  2. Aduh, aku langsung cek tiket ke sana kalau gini caranya sih 😄 Semoga saja nanti bakal kesampaian ke sana 🙂

  3. silananda says:

    mbooook… apik eeee….. tapi itu bukunya gak keujanan ditaruh di gerbang-gerbang ngono? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s