Photo by Goodreads

Photo by Goodreads

Judul: Supernova: Gelombang
Penulis: Dee Lestari
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 492 hal.
Penerbit:  Bentang Pustaka (2014)
Genre: fiksi ilmiah
Prekuel: Supernova: Partikel
Sekuel: Supernova: Intelejensi Embun Pagi

Cerita

Seri kelima Supernova kali ini menampilkan Thomas Alfa Edison Sagala alias Alfa (atau Ichon), pemuda Batak cerdas dari desa adat Sianjur Mula-Mula. Sebuah ritual kuno yang dijalankan para tetua desa pada suatu malam mengubah hidup Alfa yang kala itu baru 12 tahun. Ia dikunjungi Jaga Portibi, makhluk gaib yang sejak itu tak pernah pergi dari sisinya.

Dan yang paling mengerikan dari itu semua adalah setiap tidurnya menjadi pertaruhan nyawa. Demi keselamatannya, Alfa memilih menjadi insomnia, selama 11 tahun.

Perantauan Alfa jauh membawanya hingga ke Amerika Serikat. Ia berjuang sebagai imigran gelap yang ingin mengubah nasib dan status. Pada suatu malam, kehadiran seseorang memicu Alfa untuk menghadapi ketakutan terbesarnya. Alam mimpinya ternyata menyimpan rahasia besar yang tidak pernah ia bayangkan. Di Lembah Yarlung, Tibet, jawaban mulai terkuak.

2 Points for:

cross sign The story

cross signThe characterization

check signThe writing style

check signThe moral/interesting trivia

Level of Interest

My Review

Jujur, aku cukup kecewa setelah membaca volume teranyar serial favoritku ini. Setelah disuguhi roman ala sinetron berbalut fiksi ilmiah bernuansa fisika (yang menurutku brilian) di buku pertama, filosofi spiritualisme di buku kedua (kurang suka, tapi masih keren), sedikit komedi sinis di buku tiga (sederhana, tapi aku suka sekali), biologi yang diramu dengan teori konspirasi ala pseudoscience di buku keempat (sedikit mengecewakan, tapi masih seru dan make sense), lalu di buku kelima ini aku disajikan oneirologi yang diramu dengan budaya animisme Batak.

Lagi-lagi Dee berhasil memberikan pengetahuan baru bagiku. Riset mengenai ilmu mimpi yang dia lakukan masih sedetail biasa. Tetapi dari segi cerita bisa dikatakan semakin turun daya tariknya. Entah karena serial ini sudah mulai jenuh atau memang Dee yang mulai berubah gaya tulisannya menjadikan buku ini kehilangan greget dibandingkan buku keempat (yang sebenarnya sudah cukup mengecewakan dibanding buku ketiga).

Dari segi cerita, aku merasa Gelombang kurang sisi originalitas. Awal cerita yang kental dengan unsur budaya Batak memang benar-benar keren. Terutama si Jaga Portibi yang sangar. Btw, seperti ini sosoknya dalam bayanganku.

Photo by creepypasta.wikia.com

Photo by creepypasta.wikia.com

Tapi yang aslinya ternyata begini:

Photo by Uzone.id

Photo by Uzone.id

Ini, nih katanya Dee soal si mas Portibi di Instagram:

“Selamat berakhir pekan dengan #Gelombang. PS: the guy is not as scary as he looks, dia bahkan saleh. Kemarin waktu ke Gramedia PIM saya harus nunggu untuk foto  bareng karena Mas-nya lagi Jumatan dulu.”

Back to review. Hakakak. Sampai ke tengah cerita, bahkan sampai ke akhir cerita aku tidak menemukan konflik yang berarti. Puncak konfliknya tidak memberikan gelombang yang dinanti-nanti (pinjam istilah Kun Sila Ananda :D). Bahkan ada beberapa adegan kurang penting yang menurutku cuma menghabiskan halaman (menghabiskan kuota minat baca juga).

Dari sisi karakter juga begitu. Aku selalu suka tokoh-tokoh utama Supernova yang punya sisi humor sinis. Dhimas, Ferre, Ruben, Diva, Bodhi, & Elektra adalah tokoh-tokoh yang jenaka dalam kesinisan mereka.

Tetapi si Alfa ini bagiku seperti pria sempurna nan culun yang ada di mana-mana. And it makes him boring. Ada juga tokoh sampingan yang aku juga tidak tahu apa gunanya. Barangkali cuma untuk menambahkan unsur drama dalam cerita (yang menurutku tidak berhasil).

Satu lagi yang bikin ganjel di hati. Latar dunia pasar modal yang tidak digarap serius oleh Dee. Memang sih bagian ini tidak terlalu penting bagi perkembangan cerita. Tapi sebagai orang yang pernah magang di sekuritas aku kecewa Dee tidak memasukkan sedikitpun ilmu analisis sekuritas, atau setidaknya analisis finansial lah, ya. Jadinya seolah-olah dapet profit jutaan dollar di Wall Street itu seperti perkara mudah.

Photo by vtown.vn

Photo by vtown.vn

Ini, lho. Analisis candlestick chart, RSI, MACD, dkk. yang sempet bikin aku teler belajarnya ini kok bisa nggak ada satu pun.

Intinya aku memang tidak puas dengan Supernova yang satu ini. Tetapi sebagai penggemar setia aku masih menanti keping-keping Supernova yang selanjutnya. Semoga saja Re, kesatria favoritku atau Elektra si nyentrik itu muncul di Intelejensi Embun Pagi.

Advertisements

About tantri06

29 years old rain lover, omnireader, and daydreamer. Still trying to improve my bad writing skill and poor english.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s