Photo by bukubagus.com

Photo by bukubagus.com

Judul: The Juror – Sang Juri
Penulis: George Dawes Green
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 592 hal.
Penerbit:  Gramedia Pustaka Utama (1996)
First published: 1996
Genre: romantic thriller

Ini sinopsis yang aku ambil dari Goodreads.

“Kau adalah salah satu juri dalam sidang kasus pembunuhan. Kata mereka, anakmu akan selamat. Kariermu akan berkembang. Teman-temanmu akan tetap hidup.”

“Kau hanya perlu mengucapkan dua patah kata: tidak bersalah.”

Annie Laird, juri nomor 224. Seniman yang kariernya suram, ibu tanpa suami yang membesarkan anaknya seorang diri. Warga negara yang baik, yang terpilih untuk melakukan tugasnya sebagai warga negara. Tapi sidang pengadilan ini bukan sidang biasa. Si terdakwa adalah tokoh organisasi kejahatan. Dan keputusan akhir sudah dirancang dengan saksama oleh seseorang yang memiliki kekuatan tersembunyi. Seseorang yang hidup sesuai ajaran Lao Tse dan memiliki daya tarik sangat kuat. Dialah sang Guru, dan ia memusatkan perhatiannya pada Annie Laird.

4 Points for:

check sign The story

check signThe characterization

check signThe writing style

check signThe moral/interesting trivia

Level of Interest

My Review

Ceritanya benar-benar seru, mulai dari halaman pertama sampai terakhir. Khas novel thriller, dipenuhi kematian orang-orang yang berada di sekitar tokoh utama. Tetapi kali ini sedikit diwarnai adegan persidangan dan kejar-kejaran ala film action thriller.

Dimulai ketika Annie menerima tawaran menjadi juri sidang kasus pembunuhan dengan tersangka mafia Louie Boffano. Dari sinilah kehidupan Annie yang tenang dipenuhi ancaman bahaya dari Vincent/Zach/Ian/Sang Guru yang ingin menjadikan Annie sebagai kunci untuk membebaskan Boffano dari segala tuduhan.

 

Dan tanpa diduga, Sang Guru yang menjadi pengendali di balik organisasi kejahatan itu justru tertarik kepada Annie. Sambil memanipulasi Annie, Vincent/Sang Guru  mulai berusaha menurutkan obsesinya kepada Annie.

Aku suka karakter Vincent, meskipun Sang Guru yang punya banyak identitas, jenius, dan filsuf romantis tetapi berjiwa sakit ini benar-benar antihero. Kepribadiannya yang kompleks sedikit mengingatkan pada Tom Ripley di Talented Mr. Ripley. Dan dia ini memang daya tarik utama dalam keseluruhan cerita The Juror.

Obsesi delusional Sang Guru terhadap Annie juga malah menciptakan chemistry di antara mereka.  Meskipun memang tidak ada plot twist di sini, tapi aku tetap puas membaca novel ini. Sayang terjemahannya tidak terlalu luwes.

The Juror Movie

Btw, The Juror ini sudah sempat diadaptasi ke layar lebar yang sayangnya kurang sukses di pasaran maupun di mata kritikus. Aku sendiri belum pernan nonton. Tapi bisa jadi kegagalan film The Juror bisa jadi karena perubahan karakter dan jalan cerita di sana-sini.  Sang Guru diubah dari Vincent yang jelas-jelas orang Eropa jadi orang AS yang diperankan Alec Baldwin. Yang bikin aku tertarik adalah si cute Joseph Gordon Levitt zaman anak-anak yang ikut tampil di sini sebagai anak Annie Laird (Demi Moore).

Advertisements

About tantri06

30 Years old daydreamer. Still trying to improve my bad writing skill and poor english.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s