legend

Photo by Goodreads

Judul: Legend (Legend #1)
Penulis : Marie Lu
Bahasa: Inggris
Format: ebook, 234 hal.
Penerbit: Putnam Publishing Group (2011)
Genre: dystopia, young adults
Lanjutan: Prodigy (Legend #2)

Cerita

Ini sinopsis yang aku ambil dari Goodreads

Tahun 2130. Amerika Serikat telah terbagi menjadi dua wilayah: Republik di Barat dan Koloni di Timur. Keduanya menghadapi perang saudara yang tak ada habisnya. Seakan itu belum cukup, rakyat Republik di rumah-rumah kumuh harus menghadapi wabah penyakit dan konflik kesenjangan sosial.

Day, warga miskin Republik, mempunyai puluhan catatan kriminal dan tak punya rekaman sidik jari maupun potret diri. Selama lima tahun, pemuda itu menjadi buronan paling dicari, terlebih setelah dia dituduh membunuh Metias, salah satu tentara militer Republik.

June, adik perempuan Metias dari ranah elite dan calon prajurit militer, bersumpah untuk memburu Day demi membalas dendam atas kematian kakaknya, sekaligus mengabdi pada Republik. Namun, kenyataan berkata lain saat June dan Day saling jatuh cinta. Bagaimana hubungan keduanya berlanjut? Dan apakah yang akan dilakukan June untuk menghadapi intrik dengan Day serta negaranya?

Para Tokoh

June Iparis
June adalah gadis remaja jenius dari Republik, dengan skor Trial sempurna. Dengan kecerdasannya June dilatih untuk menjadi tentara dan mata-mata andalan Republik. Tadinya ia yakin kehidupan sempurna di Republik adalah yang terbaik dan para pemberontak Koloni tak lebih dari militan yang berusaha merebut tanah milik Republik. Tapi sejak terjun ke wilayah sektor dan melihat sendiri kehidupan di sana, ia mulai meragukan keyakinannya selama ini.

Daniel ‘Day’ Altan Wing
Day merupakan buronan paling dicari di Republik. Awalnya ia hanya ingin meloloskan diri dari kamp kerja paksa yang diperuntukkan bagi anak-anak yang gagal dalam Trial. Tindak kriminal yang dilakukannya pun sebatas kejahatan kecil untuk menafkahi keluarganya. Tetapi kenyataan bahwa ia mampu meloloskan diri dari yang berwajib sampai berkali-kali telah membuat pemerintah tersinggung dan memutuskan untuk menjadikannya buronan nomor satu.

3 Points for:

check signThe story

check signThe characterization

check signThe writing style

cross signThe moral/interesting trivia

Level of Interest

heart rate42

4.5 bintang

Ceritanya layak mendapat lima bintang. Aku suka sudut pandang penyampaiannya. Novel ini diceritakan melalui POV June dan Day secara bergantian. Biasanya tokoh utama dalam fiksi dystopia berasal dari kaum terpinggirkan dan teraniaya. Dan cerita berputar pada perjuangannya untuk bertahan hidup yang lalu berkembang menjadi perjuangan mengubah sejarah.

Photo by legendmarielu.wikia.com

Photo by legendmarielu.wikia.com

Tapi di sini, June Iparis si female lead justru berasal dari Republic (semacam Capitol di The Hunger Games) yang selama ini hidup dalam ketidaktahuan atas rusaknya pemerintah yang ia puja-puja. Selain itu ada Day, male lead yang berasal dari Koloni (semacam distrik-distrik di Hunger Games) yang diceritakan sebagai buronan paling dicari Republic sejak awal cerita.

Kedua tokoh utama ini benar-benar keren. Kuat dan cerdas. Apalagi June yang tercatat sebagai prodigy Republik.Dia suka menganalisis segala hal dengan the power of deduction-nya. Day sendiri juga cerdas, tepatnya street smart.  Bisa dibilang dia adalah prodigy dari Koloni.  Tapi entah kenapa dia bisa gagal dalam Trial (try to avoid spoiler here). Inner dialogue June dan Day yang saling curiga kadang membuat aku merasa seperti sedang membaca adegan duel analisis.

Kisah dalam buku ini terbagi menjadi dua bagian yaitu: PART ONE – THE BOY WHO WALKS IN THE LIGHT dan PART TWO – THE GIRL WHO SHATTERS THE SHINING GLASS. Bagian pertama terfokus pada pelarian Day setelah dituduh membunuh Metias, kakak June. Di sini Day yang identitasnya sama sekali tak diketahui oleh pemerintah (sidik jarinya tidak tercantum dalam database) mulai terkuak jati dirinya di hadapan June. Sedangkan pada bagian kedua ceritanya tertuju pada June yang menelusuri kebobrokan pemerintah berdasarkan catatan rahasia yang ditinggalkan kakaknya. Menurutku ‘shatter the shining glass’ di sini berarti June yang mendobrak kemapanan hidupnya dengan membelot dari pemerintah.

Satu-satunya  alasan kenapa Legend gagal mendapatkan setengah bintang dariku adalah dystopian world-nya yang tidak terlalu original. Sistem pemerintahan terpusat dengan penguasa diktator? Reminds me of The Hunger Games and Battle Royale.  Wabah penyakit yang melanda sektor-sektor miskin di Koloni? Bisa dijumpai di film-film Hollywood bertema post apocalypse. The Trial, ujian nasional yang diwajibkan untuk menentukan nasib setiap anak di Republik? Menurut Mayday mirip dengan  Gundam Wing.  Perang saudara yang melanda sejak lama dan kelompok militan yang berniat memberontak terhadap pemerintah? Ada di Unwind.

Tapi aku masih kepingin tahu kelanjutan cerita June dan Day ini.

Photo by marielu.org

Photo by marielu.org

Inside The Universe

Republik
Bagian barat negara yang dulunya bernama Amerika Serikat. Dikuasai oleh militer. Pemegang tampuk kekuasaannya disebut Elector Primo. Warga di sini hidup berkecukupan dan sejak dini sudah dilatih untuk menjadi prajurit. Di sana anak-anak yang terpilih diberikan kurikulum pendidikan layaknya militer, mulai dari pertarungan tangan kosong hingga cara penggunaan senjata berat. Penduduk Republik mendapat vaksin secara berkala untuk mencegah penularan wabah yang melanda negara.

Koloni
Terletak di bagian timur.  Sektor-sektor di bagian ini merupakan daerah pemukiman kumuh. Penduduk Koloni hidup sengsara. Untuk mendapatkan suplai makanan seadanya dan uang beberapa ratus Notes (mata uang yang berlaku di Republik dan Koloni) mereka harus melanggar hukum. Berbeda dengan warga Republik, penduduk Koloni tidak mendapat vaksin. Setiap salah satu warganya terjangkit wabah, rumah keluarga penderita akan ditandai dengan tanda X merah oleh militer. Kemudian anggota keluarga yang terjangkit akan dibawa ke laboratorium Republik untuk diperiksa. Kebanyakan dari mereka tak kembali.

Beberapa warga Koloni yang tidak puas membentuk kelompok militan, sekumpulan pemberontak bawah tanah yang menamakan diri The Patriots. Mereka sering melakukan penyerangan dan perusakan terhadap fasilitas Republik.

The Trials
Semacam ujian nasional yang diwajibkan bagi anak-anak di seluruh negeri.

Skor 1450-1499 berhak mendapat pendidikan SMA selama enam tahun dan kuliah di empat universitas terbaik di Republik: Drake, Stanford,  dan Brenan. Setelah lulus anak-anak ini akan ditunjuk Kongres untuk menduduki posisi-posisi strategis.

Skor 1250-1449 akan mendapat pendidikan gratis di SMA dan universitas biasa.

Skor 1000-249 berarti gagal.

Kebanyakan yang gagal dalam Trials adalah anak-anak Koloni. Setelah dinyatakan gagal pemerintah akan mengirimkan petugas ke rumah si anak lalu memaksa orangtuanya untuk menandatangani kontrak yang menyatakan kalau anak tersebut menjadi tanggungan negara. Orangtuanya akan mendapat seribu Notes sebagai ganti rugi dan sesudahnya anak yang bersangkutan akan dibawa pergi. Tentu saja orangtuanya tidak akan pernah melihat anak itu lagi.

The Inspiration of Legend

Photo by Entertainmentwallpaper.com

Photo by Entertainmentwallpaper.com

Marie Lu, sang penulis terinspirasi untuk membuat cerita ini setelah menonton serial televisi Les Miserables. Setelah menonton interaksi Jean Valjean dan inspektur Javert ia berniat membuat cerita dengan tema yang sama, hubungan antara seorang kriminal terkenal dan detektif dalam setting dunia modern.

Diciptakanlah dua karakter remaja yang bertolak belakang, Lalu jadilah cerita romance antara Day yang menjadi buronan Republik dan June, detektif yang diutus pemerintah untuk memburunya. Tentu saja di sini June alias inspektur Javert ala Marie Lu dirubah menjadi tokoh perempuan.

Advertisements

About tantri06

29 years old rain lover, omnireader, and daydreamer. Still trying to improve my bad writing skill and poor english.

3 responses »

  1. Yang bikin aku suka sama Legend ini emang POV dari June & Day yg sama-sama ‘kuat’, mereka dua tokoh yang beda tapi juga punya banyak kesamaan dalam diri satu sama lain. Pace-nya juga cepet, nggak bertele-tele, makanya agak disorientasi waktu sadar keseluruhan cerita di bukunya terjadi cuma dalam waktu beberapa minggu aja.
    Belum baca lanjutannya, Prodigy sama Champion nih, tp banyak yg bilang dua buku itu juga bagus dan nggak mengecewakan 🙂

    • tantri06 says:

      Wah iya bener. Waktu tamat aku baru sadar kalau cerita itu rentang waktunya pendek banget:D
      Rating-nya Prodigy sama Champion juga tinggi ya. Jadi ga sabar pingin baca 😀

  2. Peri Hutan says:

    aku suka banget sama buku ini, belum baca lanjutannya juga, hauhau. seperti biasa, reviewnya informatif 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s