untaian1

Judul: Untaian Mestika Kisah-Kisah Termasyhur Buku 1
Penulis: Peter Holeinone (retold: Angela Rahaniotis)
Format: Paperback
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Tormont Inc. (Kanada), Tira Pustaka (Indonesia)
Tahun Penerbitan: 1994 (Indonesia)
Genre: Anak-anak, dongeng, fabel

Ini adalah buku kenangan jaman aku masih anak-anak dulu. Kesannya eksklusif sekali, dengan sampul biru penuh warna, halaman-halaman kertas glossy berilustrasi klasik, lalu dimasukkan ke amplop besar cantik yang senuansa dengan sampulnya. Isinya dongeng-dongeng klasik yang sudah sering kita dengar ceritanya dan fabel-fabel sarat nilai rekaan Aesop. Sampai sekarang pun aku masih kagum dengan ilustrasinya. Sekarang mulai sering aku bacakan kepada keponakanku yang sepertinya masih lebih tertarik pada gambar-gambar hewan dan senapan di dalamnya daripada ceritanya.

Ini cerita lengkap beserta ulasannya.

Tikus & Singa (The Lion & The Mouse by Aesop)

Seekor singa mengampuni tikus yang membuatnya marah. Suatu saat singa itu terjebak dalam jerat. Tikus yang dulu ia tolong berniat membantunya, tapi singa ragu binatang sekecil itu bisa membebaskan dirinya.

001 singa

Lalu tikus itu menggigiti tali jaring pelan-pelan sampai putus dan singa terbebas. Kemudian singa berterimakasih kepada tikus.

Sidang Para Tikus (Belling The Cat by Aesop)

Para tikus berembuk untuk menemukan cara menyingkirkan kucing yang selama ini merongrong mereka. Salah satu tikus mengemukakan ide yang dianggap paling brilian, memasang giring-giring pada ekor si kucing agar para tikus dapat melarikan diri begitu suaranya terdengar.

001 bell

Tapi ide itu urung dilaksanakan karena tak ada satu tikus pun yang mau diserahi tugas memasang giring-giring.

Pemain Musik Kota Bremen (Town Musician of Bremen by Grimm Brothers)

Seekor keledai yang disiksa majikannya, anjing kurus, kucing tua, dan ayam yang hendak disembelih melarikan diri bersama. Mereka berniat melamar pekerjaan sebagai musisi di kota Bremen. Tapi di tengah perjalanan mereka tersesat, kelaparan, dan ketakutan karena sudah malam.

001bremen

Tanpa sengaja mereka menemukan pondok gerombolan pencuri yang tengah berpesta. Mereka mengintip para pencuri dari jendela. Lalu karena tergelincir, mereka semua jatuh menimpa jendela hingga kacanya pecah. Panik, mereka menyerang gerombolan pencuri tersebut sampai mereka lari tunggang langgang. Akhirnya kawanan binatang tersebut tinggal di pondok dan hidup dengan harta peninggalan para pencuri.

Sapi & Katak (The Frog & The Cow by Aesop)

Pada suatu hari seekor sapi minum di kolam tempat tinggal para katak. Para katak kagum dengan tubuhnya yang sangat besar. Seekor katak congkak merasa iri. Ia membual bisa menyamai si sapi.

001 katak

Lalu ia menghirup udara banyak-banyak untuk menggembungkan tubuhnya. Penasaran karena masih kalah besar dari sapi, ia menghirup dengan seluruh kekuatan hingga tubuhnya meletus.

Semut dan Tonggeret (The Ant & The Cicada by Aesop)

Seekor tonggeret melihat kawanan semut yang sedang sibuk mengangkut makanan, lalu mengajak mereka untuk beristirahat sejenak dan bernyanyi. Para semut menolak dan terus bekerja selama musim panas, sedangkan tonggeret terus bernyanyi.

002 tonggeret

Begitu musim dingin tiba, ia kedinginan dan kelaparan. Ia mengetuk pintu rumah semut untuk meminta makanan dan tempat berteduh tapi semut hanya mengejeknya dan menyuruhnya mencoba menari.

Gagak Yang Banyak Lagak (The Bird With Borrowed Feathers by Aesop)

Seekor gagak yang iri dengan bulu indah para merak suatu hari mengambil bulu-bulu merak yang tanggal lalu menancapkan bulu-bulu itu ke ekornya sendiri. Ia menyombongkan ekor barunya kepada teman-teman gagaknya.

002 gagak

Merak mau berteman dengannya karena menyangka ia adalah merak yang bulu-bulunya sudah rontok. Tapi begitu gagak menirukan lengkingan merak, keluarlah suara aslinya. Merak-merak itu marah dan mengusirnya. Gagak kembali kepada teman-teman gagaknya, tapi mereka juga tak mau menerimanya lagi.

Level of Interest

heart rate52

My Review

Buku pertama ini berisi enam fabel, lima di antaranya rekaan Aesop. Hampir semuanya memberikan pelajaran moral melalui sifat dan tindak-tanduk para binatang yang dipersonifikasikan. Kisah tikus dan singa menurutku paling sarat nilai. Cerita ini mengajarkan agar kita tidak meremehkan orang lain, bahwa perbuatan baik akan berbalas hal baik pula, dan menunjukkan bahwa hal kecil bila dilakukan dengan sabar dan sungguh-sungguh akan menghasilkan sesuatu yang besar.

Yup, big things come from small packages sepertinya tepat untuk menggambarkan si tikus yang kesungguhannya membuat ia mampu melepaskan singa dari jerat. Singa di sini juga digambarkan sebagai sosok yang patut menjadi panutan. Meskipun pada awalnya meremehkan si tikus, tapi pada akhirnya ia berterima kasih dengan tulus. Contoh yang baik untuk para pejabat kita yang suka menunjukkan arogansi kepada warga sipil (yang suka nampar pramugari, yang suka ngamuk-ngamuk kalau nggak didahulukan!).

Sidang para tikus mengibaratkan gagasan, hukum, dan peraturan yang mati tanpa adanya sarana untuk mewujudkannya. Perlu diketahui, ada tokoh sejarah yang mendapat julukan berdasar fabel ini. Dia adalah Archibald Douglas, Earl of Angus V.

Pada tahun 1482 anggota dewan berkumpul untuk membicarakan rencana penggulingan Robert Cochrane, bangsawan yang mendapat simpati Raja James III. Tapi tak ada yang bersedia ‘mengikatkan giring-giring’ ke Cochrane karena tidak ingin berselisih dengan raja. Akhirnya Earl of Angus maju dan bersedia mengemban tugas tersebut sampai akhirnya Cochrane digantung. Sejak itu Earl of Angus dijuluki Archie ‘Bell The Cat’.

Sapi dan katak menyajikan pelajaran moral yang sederhana. Jangan omong besar.

Semut dan Tonggeret yang versi aslinya adalah semut dan belalang menekankan pentingnya kerja keras untuk mempersiapkan masa depan. Tapi bagian terakhir di mana semut menolak memberi makanan dan menyuruh tonggeret menari sepertinya bukan contoh yang bagus mengenai sikap murah hati.

Dan sebenarnya akhir cerita seperti ini memang berbeda dengan ending orisinal versi Aesop yang hanya menyebutkan belalang kelaparan sembari memandangi para semut mendistribusikan makanan yang sudah mereka kumpulkan.

Gagak Yang Banyak Lagak mengingatkan pentingnya menerima diri kita apa adanya. Mungkin ini cocok ya sebagai sindiran terhadap maraknya operasi plastik di zaman sekarang. See, idols with fake beauty? You may turn yourself to peacocks, but deep inside you’re still crows. That’s why you can’t get enough of plastic surgery. How about improve your inner beauty instead? You’ll need no more surgery or even cosmetics.

Sedangkan Pemain Musik Kota Bremen sepertinya tak banyak memberikan pelajaran selain berani mengambil langkah drastis untuk meninggalkan kehidupan yang buruk demi meraih masa depan yang lebih baik. Dan mungkin mengingatkan bahwa masa depan yang kita miliki tak selamanya sesuai dengan yang kita rencanakan. Tapi hidup enak dengan harta peninggalan pencuri menurutku bukan contoh yang baik. Selain menandakan keberuntungan yang diperoleh tanpa usaha (which is almost impossible in real life), lagipula uang haram tuh. Dosa lho :D.

Aesop

Aesop adalah pendongeng terkenal dari zaman Yunani kuno. Konon ia adalah mantan budak yang memperoleh kebebasan dan beberapa keistimewaan dari penguasa berkat kecerdasan dan kepiawaiannya bercerita.

Banyak fabel yang disebut-sebut buah pikiran Aesop. Di antaranya Kura-Kura dan Kelinci, Tikus Desa dan Tikus Kota, Rubah dan Ayam, Semut dan Belalang, dll.

Sumber: http://en.wikipedia.org/

Review buku 2
Review buku 3
Review buku 4

Advertisements

About tantri06

30 Years old daydreamer. Still trying to improve my bad writing skill and poor english.

Comments are closed.