gamblers1

Judul: Then Came You-Ketika Kau Datang
Penulis: Lisa Kleypas
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Penerbitan: 2013
Genre: Historical romance, adult
Setting: London (Inggris) – 1820

Cerita

Lily Lawson, pujaan pria kalangan ton yang dikenal sebagai Lawless Lily karena gaya hidup bebasnya, mendengar bahwa adiknya, Penelope ditunangkan dan akan segera menikah dengan Alex, Lord Raiford. Mengetahui adiknya jatuh cinta pada pria lain, Lily mengkonfrontasi Alex agar melepaskan Penelope. Alex memang tak mencintai Penelope, karena hatinya sudah mati sejak tunangannya meninggal bertahun-tahun lalu. Tapi Lily yang blak-blakan dan sedikit liar ternyata mampu menghidupkan kembali semangatnya. Lily mencoba berbagai cara untuk menyatukan Penelope dengan kekasihnya. Dan ketika niatnya tercapai, Alex menuntut agar Lily membayar perbuatannya.

Para Tokoh

Wilhelmina ‘Lily’ Lawson

Lily memutuskan menjalani hidup bebas dari kungkungan pernikahan karena pengalaman buruknya dengan seorang pria di masa lalu. Walaupun selalu terlihat ceria sebenarnya Lily sangat menderita karena anaknya yang diculik bertahun-tahun lalu.

Alexander ‘Alex’ Raiford

Alex adalah pribadi yang kaku dan dingin. Ia tidak terlalu menikmati gaya hidup hura-hura ton, tapi kadang bisa menjadi lawan yang tangguh bagi Lily dalam berjudi. Ia berniat menikahi adik Lily semata-mata demi memenuhi kewajiban keluarga.

3 Poin Untuk:

check signGood Story/Idea

check signGood writing style

check signWell-developed characters

cross signAdditional information/message

Level of Interest

heart rate52

The Best From Gamblers Series

Dua kepribadian yang bertolak belakang, Alex yang seperti es dan Lily si lidah api, berinteraksi, berseteru, the spell was cast…dan jadilah salah satu love-hate relationship terbaik dalam HR. Lagi-lagi pengarang favoritku ini berhasil menciptakan romance yang memikat dengan h/h yang memikat pula. Konsep yang palig aku sukai dalam romance, dua tokoh utama yang memiliki trauma masing-masing dan mencoba saling menyembuhkan dengan keberadaan satu sama lain. Lily adalah perempuan liar dan ‘vulgar’ (istilah HR untuk blak-blakan tampaknya) tapi dengan cara yang elegan. Begitu juga Alex, meskipun kaku tapi tidak terkesan kolot, malah terlihat tegas dan membuat penasaran. Interaksi keduanya yang kebanyakan berupa pertengkaran sengit atau paling tidak perdebatan kasual menyenangkan sekali untuk diikuti. Tak ada adu argumen bodoh yang menyebalkan. Justru interaksi mereka itulah yang menjadi daya tarik utama buku ini, karena ceritanya sendiri sebenarnya agak klise. Apalagi konflik dengan Giuseppe dan scene beruang sirkus itu, sebenarnya tidak terlalu penting. Hubungan platonis Lily dan Derek, si bos klub judi Craven juga menyentuh. Rasanya terharu sekaligus sebal pada Derek yang kadang sengaja menyakiti Lily karena takut kalau sahabatnya itu akan jatuh cinta kepadanya. Dalam beberapa kesempatan aku malah merasa Derek ini sangat menyebalkan. Untunglah reputasinya di mata pembaca akan segera dipulihkan di Gamblers #2, Dreaming of You.

Serial ini aku baca dengan urutan terbalik. Yang pertama Gamblers #3 yang diterbitkan dalam antologi Where’s My Hero, bercerita tentang putri Derek dan Sara dan putera dokter Linley. Sepertinya aku tak akan membuat reviewnya karena buku itu sudah kubaca bertahun-tahun lalu dan ceritanya kurang berkesan, jadi aku tak ingat ceritanya.
Yang kedua kubaca adalah Dreaming of You, tentang Derek dan Sara, dan yang terakhir buku ini, cerita pertama dan terbaik dari seri Gamblers.

Tied Up + Steamy Kisses = Love It

Adegan dimana Lily menculik Alex, lalu mengikatnya di tempat tidur dan menggodanya dengan ciuman merupakan bagian favoritku dalam buku ini. Aku belum pernah membaca yang seperti ini di buku-buku Lisa Kleypas. Cute…and sexy. Jadinya aku membaca scene tersebut sambil tersenyum-senyum sendiri.

Advertisements

About tantri06

30 Years old daydreamer. Still trying to improve my bad writing skill and poor english.

One response »

  1. […] saja buku ini memang tak punya unsur kejutan. Bisa dikatakan tak se-compelling buku pertamanya, Then Came You. Lagipula keseluruhan buku ini punya terlalu banyak kemiripan dengan kisah-kisah HR lainnya. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s