thesecretoftwosuns1

Judul: The Secret of Two Suns
Penulis: Rudy Efendy
Penerbit: DIVA Press
Tahun Penerbitan: 2013
Genre: M/M romance
Setting: San Fransisco, Jakarta

Cerita

Febrian sudah meyakinkan diri untuk menjalani masa depan yang sudah disiapkan untuknya. Perusahaan biskuit ayahnya, tunangan cantik dari keluarga terpandang, dan kehidupan sebagai pria straight yang tenang. Tapi sesungguhnya Febrian tak dapat melupakan Ardan, sahabat sekaligus orang yang dicintainya sejak lama. Persahabatan Ardan dan Febrian terputus beberapa tahun lalu. Setelah itu mereka tak pernah bertemu lagi.
Saat berkunjung ke San Fransisco, tanpa sengaja Febrian bertemu dengan Ardan lagi. Sahabatnya itu sudah berubah banyak, tapi Febrian masih mencintainya dan berniat untuk memperbaiki hubungan mereka. Ternyata Ardan juga menyimpan perasaan yang sama. Tapi cinta mereka harus melalui jalan yang sangat berliku.

Para Tokoh

Febrian
Pria yang dilahirkan dengan berbagai keistimewaan dalam hidup. Mencoba menjalani hidup normal meskipun sebenarnya dia gay.

Ardan
Sahabat Febrian saat SMA. Ardan menjalani hidup yang berat sejak kecil. Perlakuan menyimpang yang ia terima dari pamannya membuat arah hidupnya berubah.

2 Poin Untuk:

check signGood Story/Idea

cross signGood writing style

cross signWell-developed characters

check signAdditional information/message

My Interest Level

heart rate32

Aku mendapatkan buku ini secara cuma-cuma dari DIVA Press via mas Dion BBI. Thanks for both of you.

Just Okay

The Secret of Two Suns ini menurutku ceritanya oke-oke saja. Lalu kenapa cuma tiga hati? Because it’s just okay for me 🙂
Yang aku suka dari buku ini adalah penyampaiannya cukup ‘clean’ dalam artian tak banyak kalimat-kalimat perumpamaan seperti yang biasa dilakukan para penulis perempuan. Memang seperti inilah ekspektasiku terhadap penulis laki-laki.
Aku suka deskripsi San Fransisco-nya, terutama penjelasan soal landmarks kota itu yang cukup detil.
Dari segi karakterisasi, aku suka latar belakang kenapa Ardan yang tadinya straight bisa jadi gay. Itu adalah alasan yang cukup masuk akal menurutku.
Aku kesulitan mempertahankan ketertarikan membaca pada separuh bagian pertama buku. Tapi aku bisa menikmati separuh bagian terakhir, mulai dari kepulangan Febrian dan Ardan ke Indonesia. Dari sana konfliknya lebih terasa karena mereka berinteraksi dengan tokoh-tokoh lain seperti Vinni dan orangtua Febrian.
Yang tidak aku suka dari buku ini hingga aku tidak memberikan dua bintang tambahan adalah tidak adanya chemistry yang kurasakan antara Ardan dan Febrian. Mungkin karena kebersamaan mereka saat sekolah tidak banyak diceritakan, cuma melalui narasi flashback singkat dari sisi Febrian. Tidak ditunjukkan bagaimana mereka berinteraksi sambil berusaha melawan perasaan masing-masing. Begitu banyaknya sex scene di sini juga lumayan menggangguku. Seperti biasa aku memang kurang sreg dengan sex scene dalam fiksi-fiksi Indonesia, apalagi kalau digambarkan cukup eksplisit. Karakter Mr. Rich dan obsesi sakitnya menurutku juga terlalu klise.

The Print Wasn’t Good, But Love The Cover

Terus buat DIVA Press, cetakannya agak kurang bagus nih. Ada berlembar-lembar halaman yang bergaris hitam di bagian pinggirnya dan huruf-huruf yang buram. Aku punya lho novel terbitan DIVA Press beberapa tahun lalu, dan jujur saja cetakannya jauh lebih bagus daripada yang ini. Tapi aku suka cover-nya.

Love Can Be So Wrong & So Right

Sebelumnya aku sudah pernah membaca M/M romance english dan ada dua yang aku suka. Bridge (penulisnya entah Piper Vaughn gay_flagatau MJ O’Shea) dan Brokeback Mountain-nya Annie Proulx. Dua cerita itu membuatku berpikir kalau cinta bisa begitu salah, tapi justru terasa begitu benar di saat yang sama. Dan menurutku perasaan seperti itu pasti berat. Maksudku mereka juga tak memilih jadi gay, tak minta jadi beda. Tapi kita yang straight begitu mudah menghakimi, sementara kita tak paham apa yang mereka rasakan atau bagaimana latar belakang mereka sampai bisa jadi gay.

Btw, aku baru tahu kalau simbol kaum gay itu pelangi. Juga baru tahu kalau arti kata gay adalah bebas/tak terikat aturan, bukan homoseks.

Advertisements

About tantri06

29 years old rain lover, omnireader, and daydreamer. Still trying to improve my bad writing skill and poor english.

3 responses »

  1. Princhesta says:

    Ahhh Tantri, kamu beruntung sekali dapet buku ini, di share di FB kan, aku ikutan sayang ga dapet XD
    Btw klo dr sinopsisnya agak2 mirip Lelaki Terindahnya Andrei Aksana yaa.. Cinta terlarang yang dibawa pulang ke tanah air terus terjadi konflik keluarga sm tunangan 😀 trs adegan ranjangnya? klo di LT kata-katanya dibuat puitis jadi ga terkesan vulgar, sedikit tersamar vulgarnya jadi ga ilfil2 bgt 😀

    • tantri06 says:

      Hehehehe..kebetulan lagi beruntung aja. Tar ikut aja lagi kalo pas bagi-bagi buku. Toh dkasihnya giliran.
      Aku sih g terlalu inget ceritanya Lelaki Terindah. Tapi chemistry-nya di novel itu memang dapet. Mungkin yang ini agak males karena sex scene-nya dgn orang yg berbeda-beda. Padahal ide ceritanya sih bagus.

      • Princhesta says:

        Aduh, sex scenenya novel indo aku bilang agak gimanaa gt penuturan bahasanya, apalagi m/m ga bisa kebayang (~_~) kok pasangannya ganti2? Hadeuhh, makin males jdnya. Hahahahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s