Partikel.    Photo by Goodreads

Judul: Supernova: Partikel (Supernova #4)
Penulis: Dee/Dewi Lestari
Bahasa: Indonesia
Format: papaerback, 508 hal.
Penerbit: Bentang Pustaka (2012)
First published: 2012
Genre: fiksi ilmiah, drama
Prekuel: Petir (Supernova #3)
Sekuel: Gelombang (Supernova #5)

Cerita

Supernova, Episode: Partikel diceritakan melalui narasi Zarah, seorang fotografer wildlife perempuan yang sudah bertahun-tahun tidak menyambangi keluarga di tanah airnya. Zarah menceritakan kembali kehidupan masa kecilnya di pinggiran kota Bogor, dekat kampung Batu Luhur, Jawa Barat.

Zarah bercerita mengenai ayahnya, Firas. Ia adalah anak yatim piatu dari Batu Luhur yang diangkat anak oleh Abah & Umi. Umi dan Abah sangat menyayangi Firas meskipun lima tahun kemudian mereka mendapatkan anak kandung sendiri. Firas pun menaruh rasa hormat yang sangat besar kepada kedua orangtua angkatnya.

Begitu lulus SMA, Firas meninggalkan keluarganya untuk kuliah di luar kota. Tak lama kemudian ia kembali sebagai pemuda dengan pikiran maju dan masa depan cerah yang menjadi kebanggaan keluarga. Firas memutuskan untuk membangun kampung halamannya. Kemudian ia menjadi dosen di IPB dan mengembangkan sistem pertanian yang produktif serta efisien di Batu Luhur. Warga setempat menghormati Firas karena jasa-jasanya itu. Kemudian ia menjalin cinta dan menikahi adik angkatnya, Aisyah meskipun tanpa restu kedua orangtua angkatnya.

Pada awalnya kehidupan pernikahan mereka cukup bahagia. Tetapi pemikiran-pemikiran Firas yang jauh dari konvensional mulai menimbulkan konflik antara dirinya dan Aisyah. Ia memutuskan mengajari Zarah sendiri daripada mengirimnya ke bangku sekolah. Ia punya kebiasaan aneh mengunjungi tempat angker bernama Bukit Jambul dan masih banyak lagi kelakuan Firas yang memicu perselisihan dengan istrinya. Perselisihan itu lalu melebar menjadi permasalahan antara dirinya dengan Aisyah, Abah, dan Umi. Warga Batu Luhur pun mulai menggunjingkan perilaku Firas.

Firas sangat dekat dengan Zarah. Bisa dikatakan ia adalah poros kehidupan Zarah. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama-sama untuk mempelajari berbagai hal sampai Zarah mulai berpikir seperti dirinya. Hal ini menjadi sumber konflik baru antara Firas dan keluarganya, bahkan menyeret Zarah dan adiknya, Hara dalam perselisihan di antara mereka.

Semakin lama kelakuan Firas semakin tak wajar. Ia mulai menelantarkan pekerjaan dan keluarganya. Ia semakin sering mengunjungi Bukit Jambul dan kedapatan meracau sendiri. Keluarga Firas sering menegurnya karena hal ini, tetapi ia bersikeras melanjutkan rutinitasnya. Zarah percaya sepenuhnya kepada sang ayah dan memilih untuk tetap membela sang ayah sehingga ia ikut bermasalah dengan ibunya, Abah, dan Umi.

Pada suatu malam Firas membawa Zarah ke Bukit Jambul dan melepas Zarah sendirian di tengah hutan. Di sana Zarah mengalami suatu kejadian aneh yang tak pernah bisa dijelaskannya sampai dewasa. Tetapi Firas menganggap peristiwa itu sebagai ujian dari Bukit Jambul dan Zarah telah berhasil melaluinya.

Suatu saat FIras menghilang tanpa pesan dan tak pernah kembali lagi. Ia hanya meninggalkan jurnal-jurnal berisi hasil penelitiannya di Bukit Jambul untuk Zarah. Zarah ingin mencari ayahnya tetapi ia sadar kalau dirinya hanya anak-anak yang belum bisa menjaga diri sendiri. Kemudian ia memutuskan menunggu sampai cukup dewasa sambil mempelajari jurnal peninggalan Firas secara sembunyi-sembunyi. Agar bisa hidup tenang diturutinya semua perkataan keluarganya walaupun bertentangan dengan hati nurani.

Suatu hari ibu Zarah menemukan jurnal Firas dan membakarnya. Zarah marah besar kemudian memutuskan keluar dari rumah. Sejak itu ia menjauhi ibu, kakek, dan neneknya. Hubungan mereka tidak pernah membaik lagi.

Zarah mendapat paket tanpa nama berisi sebuah kamera pada hari ulang tahunnya. Ia yakin paket itu berasal dari ayahnya dan bertekad untuk menelusurinya suatu saat nanti. Kemudian ia belajar fotografi agar bisa memanfaatkan kamera pemberian ayahnya.

Foto hasil jepretan Zarah kemudian memenangkan perlombaan fotografi dengan hadiah wisata ke Tanjung Puting. Perjalanan wisata Zarah ke Tanjung Puting itu membuatnya tertarik untuk menetap di sana. Kemudian ia benar-benar menetap dan membantu konservasi orangutan di sana.

Beberapa lama kemudian Zarah bertemu dengan dua fotografer wildlife yang membuatnya melintasi benua untuk merintis karir sebagai fotografer. Di London, Zarah mengalami berbagai macam hal yang membuat matanya terbuka akan kehidupan. Ia juga tidak pernah berhenti mencari ayahnya. Sampai suatu hari penelusuran atas jejak si pengirim kamera menuntun Zarah ke Glastonbury, salah satu daerah di Inggris yang terkenal dengan fenomena-fenomena ‘gaib’.

Karakter

Zarah Amala

Zarah adalah gadis naif yang disalahpahami oleh orang-orang di sekitarnya. Jalan pikirannya yang kontroversial membuat masa remaja Zarah dipenuhi konflik dengan ibu, kakek, dan neneknya. Gadis jangkung keturunan Arab-Sunda ini kemudian menarik diri dari keluarganya. Ia hanya bersedia terbuka kepada adiknya. Zarah tumbuh menjadi remaja yang terlalu cerdas dan terlalu aneh bagi remaja seumurannya berkat hasil didikan sang ayah. Ia sangat mengidolakan sang ayah dan memusatkan hidupnya untuk menemukannya.

Firas

Firas adalah ayah Zarah, seorang dosen biologi brilian dari IPB yang membesarkan anak sulungnya dengan metode tak biasa. Firas terobsesi pada mikologi dan penelitiannya tentang fungi telah mengantarkannya kepada teori tentang makhluk angkasa. Kemudian eksperimen yang ia lakukan mulai menyita seluruh perhatiannya, sehingga membuat Firas kehilangan pekerjaan dan hubungan dengan keluarganya semakin buruk .

Hamid Jalaludin (Abah)

Abah adalah seorang pria keturunan Arab yang disegani di Batu Luhur karena peranannya sebagai tokoh agama dan penggerak ekonomi warga. Abah mempunyai hubungan buruk dengan anak angkatnya, Firas yang dulu sangat disayanginya. Konflik di antara keduanya semakin menjadi-jadi sejak ia berpikir Firas berubah menjadi atheis dan menelantarkan anak-istrinya.

Umi

Umi adalah nenek Zarah, tipikal perempuan konservatif yang patuh kepada suami. Ia memiliki pandangan agama yang fanatik sempit seperti suaminya. Umi merasa malu dengan kelakuan anak-anaknya dan belakangan mulai khawatir dengan perkembangan cucunya, Zarah.

Aisyah

Aisyah adalah anak kandung Abah dan Umi, sekaligus istri Firas. Pernikahannya dengan Firas sempat ditentang oleh kedua orangtuanya karena mereka dibesarkan bersama seperti saudara kandung. Aisyah selalu bertengkar dengan Firas sejak suaminya keluar-masuk Bukit Jambul dan mulai bertingkah aneh. Aisyah selalu mempermasalahkan cara Firas mendidik Zarah dan hal ini membuat hubungannya dengan Zarah ikut memburuk sampai bertahun-tahun kemudian.

Hara

Hara si anak bungsu selalu berada di tengah-tengah perselisihan antara ayah & kakaknya dengan ibu & kakek-neneknya. Ia menjadi tumpuan harapan ibu dan kakek-neneknya sejak Zarah mulai mengikuti jejak ayahnya. Hara memutuskan untuk menjaga ibunya setelah Zarah pergi dari rumah.

Kosoluchukwu Onyemekluwe (Koso)

Koso adalah gadis kulit hitam asal Nigeria yang menjadi murid baru di sekolah Zarah. Ia dan Zarah bersahabat karena keduanya sama-sama sulit bergaul dengan teman sekelas mereka. Koso mengalami disleksia sehingga kesulitan mengikuti metode pembelajaran konvensional di sekolah. Nilai-nilainya selalu buruk tetapi prestasinya dalam bidang olahraga sangat membanggakan.

Kastunut (Pak Kas)

Pak Kas adalah fotografer keliling yang sering beroperasi di Kebun Raya Bogor. Pria Jawa inilah yang memperkenalkan Zarah kepada dunia fotografi. Ia juga orang pertama yang melihat bakat terpendam Zarah sebagai fotografer.

Dr. Inga Dominykas (Bu Inga/ Dr. D)

Bu Inga adalah perempuan berusia 50 tahunan, warga negara Kanada tetapi berdarah Lithuania asli. Ia membaktikan hidupnya untuk merawat orangutan di Tanjung Puting sejak dua puluh tahun lalu. Bu Inga yang awalnya menjaga jarak dengan Zarah pada akhirnya menerima Zarah untuk tinggal dan ikut merawat orangutan di sana.

Paul Daly

Paul adalah fotografer wildlife yang sengaja diperkenalkan oleh Bu Inga dengan Zarah. Pria muda asal Inggris ini memimpin sekumpulan fotografer idealis yang disebutnya The-A-Team. Paul yang oleh teman-temannya dijuluki ‘Cro-Mag’ ini sangat memperhatikan Zarah. Ia prihatin dengan sikap Zarah yang melarikan diri dari keluarganya di Indonesia selama bertahun-tahun.

Zachary Nolan (Zach)

Zach adalah anggota tim fotografer Paul. Pria humoris ini memiliki obsesi tersendiri dalam memasak sarapan. Zach dan Paul sudah berteman sejak lama. Mereka adalah rekan kerja sekaligus sahabat terdekat Zarah selama di London.

Storm Bradley

Storm yang tampan, simpatik, dan selalu menjadi pusat perhatian adalah seorang fotografer fashion dan iklan komersial terkenal. Pria berusia 25 tahun ini adalah cinta pertama Zarah.

Kimberly Harris (Kim)

Kim adalah desainer grafis sekaligus penggemar fotografi. Ia adalah tipikal gadis modern sejati yang terbiasa dengan gaya hidup di kota besar. Kim merupakan teman lama Zach. Mereka menjalin hubungan asmara tanpa status selama bertahun-tahun. Belakangan Kim mulai akrab dengan Zarah dan sering terheran-heran dengan keluguannya.

Gary Anderson

Gary adalah fotografer yang dimentori oleh Storm. Ia adalah mantan anggota The-A-Team yang beralih dari fotografi wildlife ke fotografi fashion. Gary mengenal Zarah ketika bertugas di Tanjung Puting bersama Paul.

Simon Hardiman

Pria berusia 65 tahun yang masih terlihat bugar ini adalah konglomerat Indonesia yang bermukim di Glastonbury. Pak Hardiman memutuskan pensiun dari dunia bisnis setelah pengalamannya ‘dioperasi alien’. Ia menghabiskan waktunya dengan berkeliling dunia untuk mencari tahu tentang segala hal yang berhubungan dengan makhluk luar angkasa.

Hawkeye Apachitos

Pria Kaukasoid yang suka berpenampilan ala Indian ini adalah seorang ahli etnobotani. Hawkeye yang juga mengaku sebagai shaman ini sering menjadi pembicara dalam simposium-simposium tentang shamanisme dan enteogen.

Dave Moore

Moore adalah pria berusia 60 tahunan penggemar teori UFO sejak tahun 1970-an. Mantan anggota badan intelejen Inggris ini sekarang menjalani hidupnya untuk meneliti tentang crop circle dan UFO.

Bodhi

Bodhi, seorang filsuf sekaligus seniman tato adalah ‘sahabat jiwa’ Bong, punk karismatik yang berjiwa idealis. Setelah didesak Bong, ia datang dengan perasaan skeptis ke Elektra Pop untuk menemui Elektra.

Mpret

Mpret  atau Toni adalah seorang hacker, ahli komputer, dan salah satu pemilik Elektra Pop. Ia merupakan sepupu sekaligus ‘sahabat jiwa’ Bong yang lain. Keduanya akrab sejak remaja karena sama-sama memiliki jiwa idealis. Diam-diam Mpret penasaran mengapa sepupunya menganggap Bodhi sebagai guru.

Elektra

Elektra adalah gadis yatim piatu keturunan Tionghoa yang juga menjadi pemilik Elektra Pop. Di tempat itu Elektra membuka klinik terapi kecil-kecilan untuk mendayagunakan kemampuannya dalam menyalurkan listrik. Ia sudah diminta secara pribadi oleh Bong untuk melakukan terapi kepada Bong.

3 Points for:

check signThe story

check signThe characterization

cross signThe writing style

check signThe moral/interesting trivia

Level of Interest

My Review

Membaca Partikel mau tak mau mengingatkanku kepada The DaVinci Code karangan Dan Brown. Bagaimana bisa? Memang kedua novel tersebut mengangkat cerita yang berbeda jauh, tetapi terasa ada kesan yang sama setelah membaca keduanya. Bisa dikatakan Partikel adalah The DaVinci Code dalam bidang biologi.

The DaVinci Code. Photo by Goodreads

 

The DaVinci Code dimulai dari sebuah lukisan yang membuka jaringan konspirasi yang melibatkan sejarah, agama, ritual kepercayaan, dan sains. Sementara itu Partikel dimulai dari spesies jamur yang menjadi ujung simpul keterkaitan antara enteogen, praktek perdukunan kuno, crop circle, ley lines, UFO, dan perjalanan luar angkasa.

Crop circle

Crop circle.    Photo by stonehengetours.com

Tapi jika harus dibandingkan dengan tiga buku Supernova sebelumnya, maka yang paling mendekati adalah buku pertama, yaitu Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh. Keduanya sama-sama menyajikan sains, meskipun Partikel lebih cenderung ke biologi dan pseudosains. Partikel juga lebih banyak menampilkan deskripsi alam mengingat latar tempat dalam buku yang berpindah-pindah. Mulai dari Batu Luhur, Tanjung Putin, London, Glastonbury, Salisbury, Wiltshire, Maasai (Kenya), hingga Madidi (Bolivia.)

KPBJ.      Photo by Goodreads

Dari segi penulisan, seperti biasa Dee menggunakan kalimat-kalimat yang tersusun apik sehingga enak dibaca. Setelah membaca keempat buku Supernova terlihat kalau gaya penulisannya semakin matang. Hal ini membuat Partikel mudah dinikmati meskipun sarat dengan istilah-istilah ilmiah. Penjelasan tentang sains-nya juga dikemas dalam dialog yang mudah dicerna, tidak seperti penjelasan teori turbulensi di Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh yang tidak pernah kupahami atau rectoverso yang baru aku mengerti setelah bertahun-tahun kemudian.

Dari segi cerita, pada awalnya Pertikel terasa seperti novel-novel drama yang sering kita baca, lalu berangsur-angsur menyeberang ke fiksi ilmiah. Unsur fiksi ilmiah yang dipilih pun tidak biasa, membuat pembaca bertanya-tanya teori sains apalagi yang akan dihubungkan dengan teori sains dari halaman sebelumnya. Pseudosains memang sudah biasa menjadi tema fiksi ilmiah. Sudah banyak novel yang menghubungkan Stonehenge dan crop circle dengan UFO, tetapi baru sekali ini ada fiksi ilmiah yang menghubungkan jamur dengan perjalanan luar angkasa.

Photo by www.history.com

Stonehenge.     Photo by http://www.history.com

Sebenarnya dari cara penyampaian aku lebih terkesan dengan Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh yang lebih dinamis. Buku tersebut diceritakan dari sudut pandang Ferre sang ksatria, Rana sang putri, dan Diva si bintang jatuh, diselipi cerita tentang Ruben & Dimas sebagai penulis dongeng ksatria, putri, dan bintang jatuh, dan diakhiri dengan twist yang masih menimbulkan tanda tanya setelah cerita tamat.

Walaupun begitu penyampaian cerita Partikel melalui narasi Zarah tidak menjadi masalah karena alurnya tetap mengalir dengan baik tanpa ada detil yang terlewat. Memang setelah membaca buku ini kita jadi bisa menduga ke mana arah perkembangan cerita Supernova nanti, tetapi aku masih tetap antusias menanti bagaimana Dee akan menceritakan Gelombang dan Intelegensi Embun Pagi.

Some Trivias

Enteogen

Enteogen adalah tumbuhan, jamur, atau esensi binatang berkandungan zat psikoaktif yang digunakan dalam ritual agama dan kepercayaan sejak ribuan tahun lalu. Enteogen berasal dari bahasa Yunani, entheos yang berarti ‘dipenuhi Tuhan’ atau ‘terinspirasi’ dan genesthai yang berarti ‘menjadi’. Sesuai makna harfiahnya, enteogen dimanfaatkan oleh para shaman dalam peradaban kuno untuk mencapai kesadaran spiritual tertentu, berkomunikasi dengan arwah dan roh alam, atau untuk mengobati penyakit.

Para penganut shamanisme modern percaya bahwa enteogen mampu memperluas kemampuan otak manusia dalam menerima gelombang yang dipancarkan benda-benda sehingga dapat merasakan hal-hal yang normalnya tidak dapat dijangkau pemahaman tiga dimensi manusia. Sebagian besar ahli medis modern berpendapat bahwa enteogen berbahaya bila digunakan secara berlebihan karena sifat halusinogen-nya dapat menimbulkan delusi, tindakan irasional, kecanduan, dan bahkan bisa mengakibatkan kematian bagi pengguna.

Kenyataannya, pada zaman dahulu enteogen dianggap sebagai bagian ritual sakral yang penggunaannya harus dipersiapkan dengan hati-hati; diperlukan takaran yang tepat, pada waktu tertentu, dan dalam lingkungan yang kondusif. Sementara itu obat-obatan psikoakatif yang diolah dari enteogen alami pada saat ini hanya dijadikan sebagai obat anti-depresan atau pain-killer dalam dunia medis dan seringkali disalahgunakan untuk madat.

Enteogen yang dikenal secara luas adalah ayahuasca, tembakau, kaktus peyote, iboga dari Afrika, cannabis (ganja), bunga kecubung, harmala dari Timur Tengah, Amanita muscaria (fly agaric mushroom), bunga morning glory, jamur psilocybe, bunga poppy (opium), dll.

Ayahuasca_and_chacruna_cocinando

Ayahuasca.      Photo by en.wikipedia.org

Photo by www.japantimes.co.jp

Peyote.   Photo by http://www.japantimes.co.jp

Photo by ibogacare.com

Iboga.    Photo by ibogacare.com

Photo by higherperspective.com

Cannabis.     Photo by higherperspective.com

Enteogen Fungi

Fungi atau jamur adalah organisme dengan karakteristik setengah plantae dan setengah animalia. Jamur ditengarai sebagai salah satu makhluk hidup paling tua yang ada di muka bumi. Ada satu pendapat yang mengatakan bahwa jamur, seperti halnya ikan paus biru menyimpan memori sejak kemunculan pertama spesies mereka di bumi sehingga mulai banyak penelitian yang dilakukan untuk memperoleh informasi kehidupan zaman purba dari kedua organisme ini.

Jamur merupakan simbol yang sering ditemukan dalam relief-relief berusia ribuan tahun. Kenyataannya fungi memang termasuk sumber enteogen yang paling banyak dipakai dalam ritual keagamaan di berbagai negara. Jamur-jamur dari genus psilocybe sudah digunakan oleh dukun-dukun dari kebudayaan kuno untuk pengobatan dan inisiasi spiritual. Psilocybe caerulescens, Psilocybe mexicana, dan Psilocybe semilanceata adalah beberapa spesies fungi yang pernah disebut sebagai ‘jamur Tuhan’ atau ‘jamur ajaib’ dalam praktek shamanisme.

Amanita Muscaria

Bahkan ada pendapat yang menyatakan bahwa jamur Amanita muscaria adalah ambrosia  yang sering disebutkan dalam mitologi Yunani sebagai ‘makanan para dewa’, makanan yang bisa memberikan manusia kekuatan seperti dewa. Ada juga analisis yang mengatakan bahwa soma, minuman keramat yang muncul dalam kitab Rig Weda dibuat dari buah yang memiliki karakteristik seperti Amanita muscaria. Jamur berwarna merah dengan bintik-bintik putih ini dianggap sebagai simbol shamanisme dan menjadi spesies fungi yang paling sering ditampilkan dalam karya seni hingga saat ini.

Harlequin Ichtyosis

Harlequin Ichtyosis yang diderita adik Zarah dan Hara adalah sejenis penyakit kulit yang kadang ditemukan pada bayi baru lahir. Penyakit ini disebabkan mutasi gen ABCA12 yang berperan dalam pengolahan protein pembentuk lapisan kulit. Akibatnya bayi mengalami hiperkeratosis atau penebalan lapisan keratin sehingga kulitnya retak seperti sisik berwarna kemerahan. Keratin yang tebal dan tidak elastis ini menyebabkan mata, hidung, dan telinga bayi tertarik secara tidak wajar; membuat bayi mengalami hipertermia, dehidrasi akut, dan kesulitan untuk bergerak atau bernafas. Celah di antara retakan kulitnya juga mudah terinfeksi kuman. Karena itulah bayi-bayi harlequin tidak dapat bertahan hidup lama. Tetapi belakangan ini mulai banyak bayi harlequin yang selamat berkat perawatan dengan isotrex.

Pacific Trash Vortex

Pacific Trash Vortex yang dibicarakan oleh Zarah dan Zach adalah konsentrasi sampah berukuran raksasa yang mengapung di Laut Pasifik Utara. Pulau sampah ini terbentuk dari limbah plastik dan sampah-sampah tak terdaur ulang yang terperangkap arus berputar Samudera Pasifik.

Ilustrasi Pacific Trash Vortex

Ketika pertama kali menjadi sorotan media massa, Pacific Trash Vortex mempunyai ukuran seluas Pulau Texas dan sampai sekarang masih terus bertambah luas.

Sumber:

Supernova, Episode: Partikel. Dee. 2012.

http://www.greenpeace.org/international/en/campaigns/oceans/pollution/trash-vortex/

http://wikipedia.com

http://goodreads.com

Advertisements

About tantri06

29 years old rain lover, omnireader, and daydreamer. Still trying to improve my bad writing skill and poor english.

3 responses »

  1. Ditter says:

    Aku lagi baca buku ini, dan sudah memasuki halaman-halaman akhir.

    Ya ampun, kamu tekun banget bikin reviewnya…. :O

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s