Review: Diet Kenyang dengan Cooking Hypnotherapy, Jangan Harap Diajarin Ilmu Hipnotis Biar Kenyang Seharian

Diet Kenyang dengan Cooking Hypnotherapy.

Judul: Diet Kenyang dengan Cooking Hypnotherapy
Penulis: Dewi Hughes
Bahasa: Indonesia
Format: hardcover, 69 hal.
Penerbit: Grasindo (2017)
Genre: Non-fiksi, resep masakan, motivasi

Sinopsis

#DietKenyang dengan Cooking Hypnotherapy ini bukan hanya membahas masalah makan. Ini bukan hanya sebuah diet untuk tubuh. Tak kalah penting, pikiran juga harus diberi nutrisi dan dikuatkan dengan ilmu hypnotherapy.

Diet menjadi jauh lebih ringan dan mudah ketika kita sudah mampu mengelola pikiran.

Saya sudah membuktikan keterampilan menanamkan sugesti melalui hypnotherapy dan telah berhasil memberi ‘big change to my life’. Mengubah dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Dalam sekejap, saya menjadi sehat dan bahagia.

Langsing itu… bonus!

Level of Interest

Continue reading

Advertisements

Review: Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi

img_20161013_111638_hdr

Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi

Judul: Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi
Penulis: Yusi Avianto Pareanom
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 450 hal.
Penerbit: Banana Publisher (2016)
Genre: Fantasi, petualangan, drama

Sinopsis

SUNGU LEMBU menjalani hidup membawa dendam. Raden Mandasia menjalani hari-hari memikirkan penyelamatan Kerajaan Gilingwesi. Keduanya bertemu di rumah dadu Nyai Manggis di Kelapa. Sungu Lembu mengerti bahwa Raden Mandasia yang memiliki kegemaran ganjil mencuri daging sapi adalah pembuka jalan bagi rencananya. Maka, ia pun menyanggupi ketika Raden Mandasia mengajaknya menempuh perjalanan menuju Kerajaan Gerbang Agung.

Berdua, mereka tergulung dalam pengalaman-pengalaman mendebarkan: bertarung melawan lanun di lautan, ikut menyelamatkan pembawa wahyu, bertemu dengan juru masak menyebalkan dan hartawan dengan selera makan yang menakjubkan, singgah di desa penghasil kain celup yang melarang penyebutan warna, berlomba melawan maut di gurun, mengenakan kulit sida-sida, mencari cara menjumpai Putri Tabassum Sang Permata Gerbang Agung yang konon tak pernah berkaca—cermin-cermin di istananya bakal langsung pecah berkeping-keping karena tak sanggup menahan kecantikannya, dan akhirnya terlibat dalam perang besar yang menghadirkan hujan mayat belasan ribu dari langit.

Meminjam berbagai khazanah cerita dari masa-masa yang berlainan, Yusi Avianto Pareanom menyuguhkan dongeng kontemporer yang memantik tawa, tangis, dan maki makian Anda dalam waktu berdekatan—mungkin bersamaan.

5 Points for:

check signStory

check signSetting

check signCharacterization

check signWriting style

check signMoral/interesting trivia

Level of Interest

Continue reading

Cooking Papa: Literally, Manga Tentang Papah Yang Jago Masak 

Lagi-lagi cooking manga. Kali ini lakonnya bukan cewek SMA lugu atau cowok slengekan yang diem-diem jenius masak. Tapi seorang papa umur 30 tahunan, pegawai kantoran serius lempeng yang diam-diam hobi masak.

Manga ini lucu, lho, terutama karena interaksi Araiwa si papa dengan tokoh-tokoh di sekitarnya. Mulai dari si istri yang jurnalis senior tapi nggak becus di dapur; Makoto, anak semata wayangnya yang cute; pak bos yang keranjingan makan bekal Araiwa, sampai anak buahnya yang lucu-lucu. Continue reading

Setiap halaman buku cerita ini disegel dengan teka-teki selevel cryptex DaVinci Code

puzzle-book-unlock-pages-codex-silenda-brady-whitney-1

Codex Silenda

Tahun lalu saya ketemu artikel tentang buku Codex Silenda ini di Bored Panda. Kelihatannya seperti papan permainan di film Jumanji. Tapi sebenarnya ini adalah buku cerita sekigus papan teka-teki. Menurut saya buku kayak gini cocok buat koleksi atau hadiah buat orang-orang yang suka baca, apalagi orang yang suka baca dan mengoleksi buku fisik. Saya sendiri kepingin punya satu. Kesannya keren sekali, buku cerita yang tiap halamannya dikunci dengan teka-teki.

Codex Silenda terdiri dari lima halaman. Masing-masing halaman dilindungi segel yang hanya bisa dibuka jika kita tahu cara membongkarnya. Jadi untuk membaca setiap halaman sampai tamat, kita mesti putar otak berkali-kali.

Mirip cryptex di The da Vinci Code, ya? Nggak heran, sih. Soalnya buku ini memang terinspirasi cryptex yang ada di film adaptasi novelnya Dan Brown itu. Ceritanya juga berkaitan sama da Vinci, kok. Continue reading

30 Fun Facts Seputar Dunia Literatur..Digali Dalam 30 Menit Dari Memori Saya yang Seadanya

Book of knowledge.   Photo credit: Catherine Chant

Saya iseng membuat postingan ini karena dipicu dua hal. Yang pertama adalah interaksi singkat saya dengan seseorang di Instagram. Lagi-lagi bertemu dengan orang yang berekspektasi saya adalah orang dengan wawasan luas dan intelijensi tinggi. Semata-mata karena saya mengaku sebagai kutu buku dan pakai kacamata pula. Padahal kenyataannya jauh banget. Bisa dibilang saya adalah kutu buku paling kudet terhadap perkembangan dunia literatur, pengguna internet paling buta terhadap perkembangan politik, berita, dan segala hal kekinian yang viral di dunia maya. Saya tidak ‘menyantap’ buku karena ingin cerdas. Saya cuma tidak bisa lolos dari hobi yang sudah jadi kebiasaan sejak kecil ini. Kalau kita dicekoki buku dari piyik, pasti besarnya jadi pecandu buku, kan, ya. Tapi buku yang saya baca, ya, ringan-ringan semua.

Kalau orang lain bacaannya berbobot, filsafat, sastra yang nyastra sekali, tasawuf, psikologi, atau teori konspirasi politiklah, bacaan saya masuk golongan fast food. Buku-buku ‘sampah’ yang memang cuma buat guilty pleasure. Kalaupun sesekali saya menyantap buku-buku ‘bergizi’, saya jamin efeknya ke intelijensi saya ndak besar. Dan dengan mengkategorikan diri sebagai kutu buku pun sebenarnya saya bakal diketawain sama mereka-mereka yang sudah baca ribuan buku. Saya? Lah baru makan seribuan lebih sampai usia 30 tahun begini.

Tapi harus diakui, dari buku-buku yang saya baca, kadang ada saja gagasan bagus atau fakta-fakta unik yang nyantol di kepala. Dan sebenarnya ini bikin saya semakin terlihat freak, setidaknya menurut salah satu sobat di kantor. Katanya celetukan saya sering antah berantah. Suatu saat saya mencoba melucu dengan guyonan tentang Zeus yang melahirkan Athena dari pelipisnya. Dan saya langsung kena judgment, “Makanya kamu susah dapat pacar, mbak.” Lah, mau gimana lagi, ya…

Hal kedua yang jadi inspirasi postingan ini adalah unggahan Facebook Fadila N. Eritha, 30 Facts about yourself challenge. Saya pikir, sekalian saja saya tulis 30 fakta aneh-aneh seputar literatur yang bisa saya ingat dalam waktu 30 menit. Tujuannya? Barangkali cuma buat mencari tahu apakah trivia yang berhasil nyantol di otak sederhana saya ini memang ada gunanya, atau buat memvalidasi ke-alien-an saya. Atau ya, sudahlah, kita anggap saja buat seru-seruan semata.

Sekadar informasi, fun facts di bwah tidak semuanya saya ingat secara menyeluruh. Beberapa di antaranya cuma teringat samar-samar, harus di cross check serta dilengkapi dengan Googling. Sisanya merupakan interpretasi pribadi terhadap beberapa pernyataan di buku yang saya baca. Jadi bisa saja salah atau beda dengan persepsi pembaca lain.

1. Konsep book town pertama kali diperkenalkan di Hay-on-Wye, Wales oleh Richard Booth. Konsep ini kemudian diadopsi di berbagai negara. Sekarang ada lebih dari 40 book town di seluruh dunia, termasuk di Jepang, Spanyol, India, Korea Selatan, Malaysia, dan Belgia.

2. Menurut buku Indigo: In Search of the Color that Seduced the World (Catherine E. McKinley), biru sempat menjadi warna paling bernilai di dunia. Pada zaman dulu, pewarna biru yang disebut indigo cake dianggap sebagai barang berharga, karena harus diimpor oleh negara-negara Eropa dari timur

Indigo cake. Photo credit: KeapSake

Warna ini berasal dari tanaman  yang ditemukan di India. Kapal dagang pada zaman perbudakan biasanya membawa muatan berisi permata, logam mulia, dan indigo cake. Continue reading

By The Time You Read This, I’ll be Dead: Painful Portrait of Bullying and Teen Suicides

Bullying, teen depression, fat-shaming, suicide

By The Time You Read This, I’ll be Dead

Judul: By The Time You Read This, I’ll be Dead
Penulis: Julie Anne Peters
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 251 hal.
Penerbit: Noura Books (2015) (first published 2014)
Genre: drama, realistic fiction, young adults

Sinopsis

Daelyn Rice tahu dirinya adalah barang rusak. Tak dapat diperbaiki lagi. Jadi hal terbaik yang bisa dia lakukan adalah membebaskan dunia dari keberadaannya.

Daelyn sudah mencoba menghabisi nyawanya berkali-kali, namun selalu gagal. Upaya terakhir membuat tenggorokannya rusak. Tapi semuanya akan berbeda kali ini. Daelyn telah menjadi anggota situs panduan bunuh diri yang terpercaya. 23 Hari lagi dia akan meninggalkan dunia yang telah menghancurkannya, meninggalkan orangtuanya dari rasa malu karena melahirkan seorang manusia gagal.

Tetapi tiba-tiba saja ada seorang cowok aneh bernama Santana yang menyusup ke ruang kecil di dalam hatinya. Daelyn mengabaikannya setiap waktu, tetapi Santana memang berbeda. Pemuda dengan penyakit parah itu tidak seperti gadis-gadis petugas anti-bullying di sekolah yang justru memperlakukannya paling sadis. Tidak seperti cowok terpopuler di sekolah yang melecehkannya di kamar mandi.

Tetapi tekad Daelyn untuk pergi sudah bulat. Tak ada yang cukup berharga untuk membuatnya berubah pikiran.

Continue reading

Lagi-lagi Iseng Bikin Series Mini Banner

Lagi-lagi saya coba bikin series mini banner. Sederhana, sih, kalau dilihat sama anak desain pasti diketawain. Tapi saya sendiri lumayan bangga sama hasil iseng kali ini.

Kalau dulu saya biasa bikin mini banner pakai CorelDraw, sekarang sudah di-upgrade pakai Photoshop. Lebih cepet dan hasilnya lebih rapi ternyata.

unnamed-3

hush hush

unnamed-5

Select, crop, blend, fill: content aware, tambahin teks, kelar. Saya belajar cara pakai fitur-fitur sotosop ini dari mas mantan, teman-teman di kantor,  dan postingan Nose Graze yang sangat membantu. Thanks for the tutorials, you all.

Semoga besok-besok main sotosop-nya makin canggih, biar bisa bikin mini banner yang lebih kece atau malah desain orisinal. Yak, mari kita belajar lagi.

Yakumo-san wa Edzuke ga Shitai: A Cute Culinary Manga About a Widow and a High School Boy

Romance, friendship, cooking, wide age gap

Yakumo-san wa Edzuke ga Shitai. Photo credit: Baka-updates

Judul: Yakumo-san wa Edzuke ga Shitai (Yakumo wants to feed)
Penulis: Satomi U
Bahasa: Inggris
Format: skanlasi
Penerbit: Young Gangan (2016)
Genre: manga, roman, seinen, slice of life, komedi, kuliner

Sinopsis

Yakumo Shuuko, janda 28 tahun yang ditinggal mati suaminya. Menikmati kesendirian dengan buku dan hobi memasak. Sumber kebahagiaannya adalah memberi makan orang-orang di dekatnya.

Yamato Shuuhei, calon bintang bisbol tingkat SMA yang selalu kelaparan dan kesepian. Kebetulan tinggal seorang diri di apartemen sebelah Yakumo-san.

Karena suatu ketidaksengajaan, akhirnya Yakumo-san dan Yamato-kun punya kebiasaan baru. Makan berdua di apartemen Yakumo-san setiap malam.

4 Points for:

check signStory

Setting

check signCharacterization

check signWriting style

check signMoral/interesting trivia

Level of Interest

My Review

Belakangan saya insomnia lumayan parah.  Jadi obatnya cuma baca sampai capek dan ketiduran sendiri. Tapi karena saya juga lagi stres berat, mampunya cuma baca yang ringan-ringan. Akhirnya jadi bacain manga sama webtoon. Dan salah satu manga menghibur yang berhasil saya temukan beberapa minggu terakhir adalah Yakumo-san ini. Continue reading

Kocak, ketika mbak-mas biasah gantikan model cover novel-novel hot!

Buat yang terbiasa baca novel roman bikinan pengarang bule macam Nora Roberts, Sandra Brown, Johanna Lindsey, Lorraine Heath, Loretta Chase, atau Lisa Kleypas pasti sudah apal sama ciri khasnya. Kisah cinta penuh drama, steamy sex scene, dan sampul yang super steamy pula. Hampir selalu ada mbak-mbak mas-mas sumuk (ote-ote, sih) dengan pose merem keasyikan. Saya yang mencoba mendeskripsikan aja sampai geli-geli ngeri ini. Hahah..

Namanya juga sampul buku, alat jualan, wajar kalau modelnya harus cantik dan ganteng, ya. Mbaknya mesti langsing lencir dan masnya harus punya otot perut macam martabak 6 iris, kileng-kileng pula. Dan memang terbukti dalam banyak kasus, sampul yang ciamik (lawasnya diksi saya :D) sukses bikin pembaca kepincut untuk membeli atau setidaknya berniat membaca. Meskipun sinopsisnya nggak bagus-bagus amat. Bahkan sampai ada yang ngefans sama model sampulnya. Seperti ceritanya Sztella Tziotziosz dan Pepe Toth dulu.

Sampul roman dengan model Pepe Toth dan Sztella Tziotziosz.    Photo credit: Goodreads

Seperti kata-katanya mbak Lorraine Heath, salah satu penulis historical romance kesukaan saya dalam wawnacara dengan Cosmopolitan:

“Pembaca novel romantis banyak yang lebih fokus terhadap sampulnya. Itulah hal pertama yang mereka cari … Saya sudah melihat postingan para pembaca yang menyebut bahwa mereka memilih satu buku hanya karena mereka menginginkan sampul yang ada di buku itu….[Sampul] perlu sedikit provokatif. Lebih bagus lagi kalau sampul buku setidaknya mencoba menangkap mood dari cerita di dalamnya.”

-Lorraine Heath

Continue reading

The Housekeeper & The Professor: Deretan Bilangan Prima pun Bisa Jadi Bait Puisi

Platonic, mathematics, memory, friendship
IMG_20170506_093130

Judul: The Housekeeper and The Professor
Penulis: Yoko Ogawa
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 251 hal.
Penerbit: Qanita (2016)
Genre: drama

Sinopsis

Synopsis taken from Goodreads

Lelaki itu, Profesor matematika genius yang hanya memilii ingatan selama delapan puluh menit. Perempuan muda itu, pengurus rumah tangga, yang dipercaya mengurus sang Profesor.

Seiring waktu, hubungan aneh tapi indah berkembang di antara keduanya. Sang Profesor mungkin tak mampu mengingat apa yang dia santap saat sarapan, tapi pikirannya masih hidup oleh persamaan matematika elegan nan abadi. Sang Profesor menciptakan teka-teki matematika, membuka dunia angka nan puitis yang membuat sang pelayan terpana dan terbuka pikirannya.

Bersama setiap persamaan baru, mereka membangun jalinan kasih sayang yang lebih misterius daripada bilangan imajiner dan ikatan lebih dalam dari kenangan. The Housekeeper & the Professor, kisah tentang kasih sayang dan misteri matematika semesta, sudah difilmkan dengan judul The Professor’s Beloved Equation.

4 Points for:

check signStory

Setting

check signCharacterization

check signWriting style

check signMoral/interesting trivia

Level of Interest

My Review

The Number 23 dan 50 First Dates. Apa hubungan dua film itu dengan The Housekeeper and The Professor?

Yang bisa saya katakan adalah buku ini menampilkan tokoh utama dengan memori jangka pendek seperti Lucy (Drew Barrymore) dari romcom favorit saya, 50 First Dates. Kalau The Number 23 bakal membuat kamu ikutan gila, berpikir bahwa deretan angka adalah kejahatan yang diam-diam menyulur sampai ke setiap detail kecil kehidupan, Continue reading

Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 – Nostalgia Masa Remaja Anak-anak 90-an

“Milea. Kamu cantik. Tapi, aku belum mencintaimu. Nggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”

“Pemberitahuan: Sejak sore kemaren, aku sudah mencintaimu – Dilan!”

Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Judul: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 (Dilan #1)
Penulis: Pidi Baiq
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 332 hal.
Penerbit: Pastel Books (Mizan Group) (2009)
Genre: fiksi, romance, teenlit

Cerita

Tentang nostalgia cinta monyet zaman SMA Milea dengan seorang cowok ‘ajaib’ bernama Dilan. Dilan adalah pemuda bandel, sering bolos, dan suka berkawan dengan anak-anak berandal.

Tetapi dia selalu memperlakukan Milea seperti putri. Tetapi perhatian-perhatian manisnya yang super aneh itu bisa bikin Milea penasaran, kangen, dan naksir.

Tapi Milea masih punya pacar di Jakarta. Masih ada Kang Adi yang berharap kepadanya. Masih ada Susi yang nggak rela kalau Dilan dekat sama cewek lain.

1 Point for:

Story

check signSetting

Characterization

Writing style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

Bagi saya, baca buku ini sama menyenangkannya dengan baca Sebuah Makhluk Mungil (Katyusha), Jomblo (Adhitya Mulya), dan 5 cm (Donny Dhirgantoro). Soalnya, buku ini ringan, lucu, dan bikin suasana hati enak setelah membacanya. Tapi jangan mengharapkan bahasa nyastra nan apik saat membaca buku ini. Kebanyakan kalimat langsung di buku ini justru nggak enak dibaca, setidaknya menurut saya. Misalnya ini. Continue reading

Great Expectations (1998), Modern Retelling yang Setengah Hati Dari Karya Charles Dickens 

Great Expectations (1998). Photo credit: Mesh The Movie Freak

Great Expectations (1998). Photo credit: Mesh The Movie Freak

Ada yang sudah nonton Great Expectations-nya Ethan Hawke sama Gwyneth Paltrow? Bukan film baru sih. Ini modern retelling novella-nya Charles Dickens yang rilis di tahun 1998. Saya sendiri belum baca bukunya sampai kelar, baru satu bab dan itu pun waktu zaman kuliah. Tapi gara-gara nostalgia nonton video klip Wishful Thinking (OST. Great Expectations) saya jadi tergerak buat nonton filmnya.

Jadi, Great Expectations versi 1998 ini dibuka dengan adegan Finn, bocah lelaki kurang mampu yang ‘dengan terpaksa’ menyelamatkan seorang buronan berbahaya dari kejaran polisi. Beberapa lama kemudian, Finn diminta untuk datang ke mansion Miss Dinsmoor, seorang wanita kaya nan eksentrik di daerahnya. Miss Dinsmoor mengalami gangguan mental setelah ditinggalkan calon suaminya di altar. Miss Dinsmoor punya keponakan bernama Estella. Bocah cantik ini punya sifat flirty sekaligus dingin, bikin Finn jatuh cinta pada pandangan pertama (Ide adegan first kiss-nya lumayan juga). Finn lalu rutin dipanggil ke mansion untuk menghibur Dinsmoor dan menemani Estella bermain. Continue reading

Kissing Frog in Cyberspace: Sebuah Memoir Kocak Dari Pemburu Cinta di Dunia Maya

Kissing Frog in Cyberspace. Photo credit: Goodreads

Kissing Frog in Cyberspace. Photo credit: Goodreads

Judul: Kissing Frog in Cyberspace
Penulis: Dianne Sweeney
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 216 hal.
Penerbit: Gradien Mediatama (2009)
Genre: chicklit, memoir (sort of)

Di tengah kemudahan online di mana-mana dan serbuan Internet hingga ke ruang-ruang pribadi, tidaklah mengejutkan bahwa website yang dibuat khusus untuk urusan perkencannan, kian semarak.

Kisah ini bercerita tentang pencarian cinta melalui teknologi abad 21. Anda akan dibawa menempuh perjalanan mencari cinta sejati yang diwarnai dengan kelucuan, kesenalan, kesedihan, kesenangan, dan kegemasan.

Apabila Anda ingin menyelami lebih dalam atau sekadar ingin mengetahui proses lika-liku pencarian jodoh melalui Internet, kisah ini akan membuka segalanya.

Level of Interest

My Review

Kayaknya buku ini sering dikategorikan sebagai chicklit. Tapi beda dengan chicklit yang sempat hits di Indonesia seperti Bridget Jones’s Diary, In Her Shoes, Can You Keep a Secret?, dan Jemima J, chicklit yang ini lebih mirip sama Anak Kos Dodol atau My Stupid Boss. Isinya curhatan si penulis tentang suka dukanya berburu cinta di dunia maya. Saya Continue reading

Simple Bread Tart Hasil Nyontek Dari Manga Hanamaru’s Kitchen

Bread tart.

Setelah iseng mencoba resep omuraisu dari manga Delicious!, beberapa bulan kemudian saya mempraktikkan resep bread tart sederhana dari manga Hanamaru’s Kitchen. Sebenarnya praktik memasaknya sudah cukup lama, tahun 2015 lalu. Tetapi saya baru kepikiran untuk share resepnya di sini.

Bread tart buatan saya memang bentuknya acakadut. Tetapi masih mengikuti sebagian besar resepnya, kok. Rasanya juga enak dan gampang dibuat. Jangan kuatir bentuknya bakal hancur kayak punya saya. Saat mempraktikkan resep ini saya memang sedang hemat bahan. Jadi nggak pakai roti tawar tanpa pinggiran. Topping-nya pun cuma pakai bahan-bahan yang ada di kulkas rumah. Dengan bahan-bahan yang lebih niat, saya yakin hasilnya bakal secantik bread tart di komik. Atau setidaknya seperti gambar di bawah ini. Continue reading

Questioning Everything! Kreativitas Di Dunia Yang Tidak Baik-baik Saja

Questioning Everything! Photo credit: Frita Ayu Sistyana P

Questioning Everything!        Photo credit: Frita Ayu Sistyana P

Judul: Questioning Everything! Kreativitas Di Dunia Yang Tidak Baik-baik Saja
Penulis: Tomi Wibisono & Soni Triantoro (editor)
Bahasa: Indonesia
Format: Paperback 358 hal.
Penerbit: Warning Books, INSISTPress, & Pojok Cerpen (2016)

“Buku yang ada di tangan Anda ini merupakan hasil rakitan dari rangkaian wawancara awak majalah WARN!NG dengan 27 tokoh, yang oleh buku ini dijuluki “insan-insan kreatif.” Para tokoh itu berasal dari medan kreativitas yang beragam: lima penulis; enam belas musisi; empat sutradara film; dan dua perupa. Pendeknya, mereka yang sehari-hari bergumul dengan kreativitas atau proses penciptaan. Mereka juga berasal dari kota yang berbeda, antara lain Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan sebagainya. Bahkan, beberapa narasumber berasal dari dari mancanegara: Inggris, Perancis dan Amerika. Pilihan para narasumber itu tak bisa dilepaskan dari karakter WARN!NG yang banyak mengulas soal musik, film, buku dan isu sosial serta politik.

-Dr. Budi Irawanto, Dosen Ilmu Komunikasi UGM & Direktur Jogja Asian-Netpac Film Festival (JAFF)

Level of Interest

My Review

Buku ini berisi kumpulan wawancara terbaik yang terbit di majalah Warning! Obrolan-obrolan mencengangkan, membuka mata, sampai yang menginspirasi ada di sini. Saya belum pernah baca satu edisi pun Warning! (kudet memang), jadi lumayan kaget saat membaca bagaimana blak-blakannya hasil wawancara yang diramu dua editornya di buku ini.

Kumpulan wawancara ini menampilkan para seniman yang terkenal kontroversial, anti-mainstream, dan kritis macam Remy Silado, Nia DiNata, Puthut EA, dan Jerinx SID. Sedikit aneh bagi saya adalah nama Sheila On 7 yang terselip di antara band-band seperti Begundal Lowokwaru dan Banda Neira. Pikir saya, apanya Sheila yang anti-mainstream? Belakangan saya baru tahu kalau band ini sudah hijrah ke jalur indie. Wawancara dengan Adam, personel sekaligus manajer Sheila On 7 ini malah jadi salah satu yang paling berkesan buat saya di buku ini. Begitu blak-blakan, tanpa polesan seperti wawancara televisi dan majalah pada umumnya.

Continue reading