The Hundred-Foot Journey: Kisah tentang Cinta, Cita Rasa, dan Selera

The Hundred-Foot Journey. Photo credit: Goodreads

The Hundred-Foot Journey. Photo credit: Goodreads

Judul: The Hundred-Foot Journey: Kisah Tentang Cinta, Cita Rasa, dan Selera
Penulis: Richard C. Morais
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Qanita (2014, first published 2010)
Genre: Drama, realistic fiction, kuliner
Harga: Rp 15.000 (book fair Perpustakaan Kab. Semarang)

Cerita

Synopsis taken from Goodreads

Hassan Haji tak menyangka dia akan menjadi koki masakan Prancis nomor 1. Kesan pertamanya terhadap masakan Prancis adalah hambar dan tak mengundang selera. Jauh beda dengan masakan India yang kaya rasa dan warna seperti yang diajarkan ayahnya. Namun, kecintaannya terhadap seni memasak membuatnya bertekad menguasai masakan yang dianggap sebagai raja gastronomi dunia.

Hassan Haji pun menyeberangi jalan menuju Restoran Le Saule Pleureur yang menyajikan fine dining ala Prancis. Siapa sangka perjalanan yang hanya seratus langkah ini memunculkan begitu banyak masalah? Hassan dianggap pengkhianat tradisi keluarga karena belajar memasak kepada Madame Mallory, musuh bebuyutan restoran keluarganya. Madame Mallory menghina masakan India sebagai masakan norak dan tak berbudaya. Meski diremehkan oleh sang guru masak sendiri, Hassan Haji berhasil membuktikan bahwa seni memasak tidaklah tentang bangsa maupun keluarga, tetapi tentang hati. Di tengah perang kuliner antara restoran keluarganya dan restoran Prancis elegan milik Madame Mallory, Hassan Haji menunjukkan kepada mereka semua inti dari seni memasak.

4 Points for:

check signStory

check signSetting

check signCharacterization

check signWriting style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

My Review

Beberapa waktu lalu saya sempat menulis artikel tentang buku fiksi bertema kuliner. Kuliner memang selalu punya daya tarik bagi saya sebagai pembaca, dalam artian saya bisa saja tertarik membeli buku karena gambar makanan di sampulnya atau membaca buku berulang-ulang karena deskripsi makanan di dalamnya. Dan memang alasan yang mendorong saya untuk membeli buku ini adalah tema kuliner yang dijanjikan di sinopsis.

The Hundred-Foot Journey bercerita tentang Hassan, pemuda India yang terobsesi kepada makanan enak dan kebetulan punya bakat memasak yang luar biasa. Yah, macam Liu Mao Tsing-nya Master Cooking Boy gitu. Sebagai pembaca, kita akan diajak mengikuti perkembangan Hassan dari cucu pemilik warung makan India sampai menjadi chef masakan Prancis dengan tiga bintang Michelin. Latar belakang kuliner keluarga Hassan menjadi sumber drama yang menarik untuk diikuti. Begitu juga dengan Madame Mallory dan tokoh-tokoh dengan profesi kuliner lainnya.

Satu hal yang sangat terasa di The Hundred-Foot Journey adalah deskripsi yang sangat padat. Tak hanya soal masakan. Morais gemar mendeskripsikan segala hal yang dia masukkan dalam cerita. Pembaca tak akan sulit membayangkan seperti apa suasana dapur restoran Madame Mallory atau suasana pedesaan Lumiere. Tapi kadang deskripsi kelewat detail ini membuat saya ingin buru-buru lompat ke inti permasalahan yang sedang dibahas.

Unsur roman di dalam The Hundred-Foot Journey lumayan minim, tapi sama sekali tidak mengurangi ‘gurihnya’ keseluruhan cerita. Persaingan bisnis kuliner, kisah chef yang turun pamor, dan perseteruan di dapur sudah menjadi bumbu yang cukup tanpa perlu dibubuhi roman dalam porsi berlebih.

Waking Olivia by Elizabeth O’Roark: When the past force you to run (literally) forever

Waking Olivia.

Photo credit: Goodreads

Judul: Waking Olivia
Penulis: Elizabeth O’Roark
Bahasa: Inggris
Format: Ebook (ACSM)
Penerbit: Elizabeth O’Roark (2016)
Genre: Contemporary romance, drama, realistic fiction, New Adult
Harga: free (via advanced reader copy Netgalley)

Cerita

Synopsis taken from Goodreads

A failing farm.
His father’s debt.
And a struggling college track team.
Will Langstrom has too many responsibilities, and the last thing he needs is Olivia Finnegan, a beautiful but troubled new transfer student.

A smart mouth.
A strong right hook.
And a secret that could destroy her.
Olivia is her own worst enemy, with a past she can’t seem to escape, and the last person she wants help from is a cocky track coach she can never seem to please.
Refusing to be pushed away, Will is determined to save her.
And determined to resist an attraction that could destroy them both.

4 Points for:

check signStory

check signSetting

check signCharacterization

check signWriting style

Moral/interesting trivia

Level of Interest

My Review

Buat pecinta roman YA/NA dengan problema realistis, saya rasa buku ini cukup recommended. Tidak benar-benar orisinil, memang. Masih mengusung tema ‘benci tapi cinta’, tipikal heroine misterius dengan pengalaman traumatis vs hero bak kesatria berkuda putih, cinta terlarang antara guru (lebih tepatnya pelatih, sih) dan murid, dan dilengkapi konflik dengan pacar yang iri. Formula andalan roman YA/NA yang biasa. Tapi di sini Elizabeth O’Roark mengangkat isu mental disorder yang kurang familiar, sleepwalking. Atau lebih tepatnya sleeprunning.

Olivia, si gadis dingin berlidah tajam menderita gangguan sleeprunning. Dia sering ngelindur dengan berlari sejauh bermil-mil, lalu terbangun keesokan harinya dengan kaki berdarah di tengah hutan atau tempat antah-berantah lainnya. Gangguan ini dipicu oleh sebuah peristiwa traumatis di masa kecilnya. Jadi bisa ditebak, kan, kenapa judulnya Waking Olivia?

Run from the past. Photo credit: iStock

Run from the past.   Photo credit: iStock

Karakter Will dan Olivia bisa dibilang cukup charming, meskipun mngingatkan saya kepada tokoh-tokoh di novel YA/NA lainnya. Saya merasakan chemistry yang cukup dalam di antara keduanya. Setting dunia atletik sekolahan yang diangkat O’Roark juga cukup segar. Pokoknya semua yang bisa diharapkan dari roman anak muda bisa ditemukan di buku ini, meskipun tidak ada sesuatu yang benar-benar istimewa.

Matinya Seorang Penari Telanjang: Bukan buku porno, cuma kumpulan cerpen satir

Matinya Seorang Penari Telanjang.

Matinya Seorang Penari Telanjang. Photo credit: Goodreads

Judul: Matinya Seorang Penari Telanjang
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 250 hal.
Penerbit: Galang Press (2000)
Genre: kumpulan cerpen

Cerita

Tentang Sila, seorang penari telanjang yang jadi primadona di klub tempatnya bekerja. Sila bukan perempuan malam biasa. Dia bisa saja menjadi balerina di Bolshoi Theatre atau salah satu penari di keraton. Tetapi Sila lebih memilih jadi seorang penari erotis dan menjadi simpanan para pembesar yang terpukau kepada sosoknya.

Malam ini Sila akan meninggalkan dunia. Nyawanya akan segera berakhir di tangan dua pembunuh bayaran yang menguntitnya sejak beberapa jam lalu. Sebenarnya Sila tak keberatan mati. Pada akhirnya semua orang juga bakal mati. Satu-satunya yang ingin Sila ketahui sebelum ajal menjemput cuma satu. Siapa yang begitu dendam hingga ingin melenyapkan dirinya?

Continue reading

Nostalgia Bersama Kisah-Kisah Manis dari Kyoko Hikawa

Serial Cantik.

Serial Cantik Elex Media Komputindo.

Belakangan ini saya lebih sering baca novel. Komik atau manga sudah jadi bacaan yang jarang tersentuh, kecuali otak saya sedang nggak mampu ngolah yang berat-berat tapi tetap butuh bacaan agar bisa terlelap. Iya, saya susah merem tanpa baca sesuatu terlebih dahulu. Kalaupun baca komik, sekarang ini saya lebih suka yang agak berat seperti 7 Seeds, Detektif Conan, Battle Royale (ini berat banget malah, berdarah-darah gitu), atau Aegis In The Dark. Pengecualian buat Hai, Miiko! yang memang saya bela-belain buat beli setiap ada terbitan baru.

Tapi kadang saya juga ingin bernostalgia dengan manga-manga lama yang simpel, romantis, dan hampir nggak kenal sex scene. Kalian yang satu generasi dengan saya pasti paham. Iya, manga remaja yang dulu diterbitkan sebagai Serial Cantik itu. Tahun 1990-an banyak sekali mangaka yang melejit dengan karya-karya semacam ini. Hiromi Mashiba yang gambar dan ceritanya selalu sedih (Tears, Your Smile, Teens), Yu Asagiri, Naoko Takeuchi, Yukari Kawachi (yang bajunya selalu aneh-aneh), Nami Akimoto, Mito Orihara, Chie Ito, dll. Continue reading

Me Before You: Saat ‘kewajiban untuk hidup’ dan ‘hak untuk mati’ jadi kontroversi

Me Before You. Photo credit: Goodreads

Me Before You. Photo credit: Goodreads

Judul: Me Before You
Penulis: Jojo Moyes
Bahasa: Inggris
Format: ebook, 385 hal.
Penerbit: Penguin Books (2012)
Genre: romance, realistic fiction

Cerita

Synopsis taken from Goodreads:

Lou Clark knows lots of things. She knows how many footsteps there are between the bus stop and home. She knows she likes working in The Buttered Bun tea shop and she knows she might not love her boyfriend Patrick.

What Lou doesn’t know is she’s about to lose her job or that knowing what’s coming is what keeps her sane.

Will Traynor knows his motorcycle accident took away his desire to live. He knows everything feels very small and rather joyless now and he knows exactly how he’s going to put a stop to that.

What Will doesn’t know is that Lou is about to burst into his world in a riot of colour. And neither of them knows they’re going to change the other for all time.

Continue reading

Lessons in Love (Suzanne Enoch): My next Wallflowers series

Three determined young ladies vow to give three of London’s worst rakes their comeuppance ― but when these rogues turn the tables, who truly learns a lesson in love?

Lessons in Love series (Indonesian covers).

Lessons in Love series (Indonesian covers).

Continue reading

Pintu Terlarang (Sekar Ayu Asmara): Ketika batas antara nyata dan khayal menghilang

“Perfection, perfection and perfection. Tiga jurus mencapai kualitas hidup terbaik.”

pintu terlarang

Judul: Pintu Terlarang
Penulis: Sekar Ayu Asmara
Bahasa: Indonesia
Format: paperback,264 hal.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2009)
Genre: psychological thriller, misteri

Cerita

Synopsis taken from Goodreads:

Gambir, pematung nomor wahid, mulai merasakan keganjilan-keganjilan dalam kehidupannya. Istrinya, Talyda, seakan mengombang-ambingkan pernikahan mereka dalam permainan yang penuh siasat dan tipu daya.

Kemasyhuran yang mengikuti Gambir sebagai pematung ternyata berasal dari rahasia masa lalu. Penemuan sebuah pintu terlarang di dalam studionya membuat Gambir semakin yakin ada kekuatan gelap yang hendak menghancurkannya. Dan ia mulai mencurigai Talyda berada di balik semuanya.

Kehidupan Pusparanti, jurnalis majalah gaya hidup, berubah ketika ia bertugas menyelidiki korban kekerasan pada anak-anak. Apalagi ketika hubungan cintanya dengan Dion, duda beranak satu, mulai menunjukkan banyak kemiripan dengan liputannya.

Ketika mengetahui perselingkuhan Talyda, Gambir mulai merencanakan pembalasan. Sementara itu, akhirnya Dion memaksa Pusparanti mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya.

Di saat itulah kehidupan Gambir dan Pusparanti mulai bersentuhan. Dan kebenaran-kebenaran yang selama ini terselubung lapisan semu mulai menampakkan kebenaran demi kebenaran.

Continue reading

Inteligensi Embun Pagi: Dan kita harus legowo Supernova berakhir ‘begini saja’

“Kejahatan yang paling mengerikan tidak akan muncul dengan api dan tanduk, tetapi jubah malaikat. Ia membius dengan kebajikan. Mereka yang terbius akan rela mempertaruhkan nyawa untuk membela apa yang mereka kira kebajikan.”

Inteligensi Embun Pagi. Photo credit: GoGirlMagz

Inteligensi Embun Pagi.    Photo credit: GoGirlMagz

Judul: Inteligensi Embun Pagi (Supernova #6)
Penulis: Dee Lestari
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 724 hal.
Penerbit: Bentang Pustaka (2016)
Genre: fiksi ilmiah

Cerita

Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia. Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Reuben. Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.

Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko. Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah sekian lama melanglangbuana, kembali berhadapan dengan misteri hilangnya Firas, ayahnya.

Sementara itu, dalam perjalanan pesawat dari New York menuju Jakarta, teman seperjalanan Alfa yang bernama Kell mengungkapkan sesuatu yang tidak terduga. Dari berbagai lokasi yang berbeda, keterhubungan antara mereka perlahan terkuak. Identitas dan misi mereka akhirnya semakin jelas.

Hidup mereka takkan pernah sama lagi.

Continue reading

Ugly by Margaret McHeyzer: Another disturbing tale, this time about domestic violence

 *A copy of this book was provided by the author/publisher via Netgalley in exchange for an honest review
Which bruises cut deeper? Fists or words?
Ugly. Photo credit: Goodreads

Ugly.   Photo credit: Goodreads

Judul: Ugly
Penulis: Margaret McHeyzer
Bahasa: Inggris
Format: ebook, 346 hal.
Penerbit: Smashwords Edition (2015)
Genre: drama, romance, realistic fiction

Story

If I were dead, I wouldn’t be able to see.
If I were dead, I wouldn’t be able to feel.
If I were dead, he’d never raise his hand to me again.
If I were dead, his words wouldn’t cut as deep as they do.
If I were dead, I’d be beautiful and I wouldn’t be so…ugly.
I’m not dead…but I wish I was.

Continue reading

Kelewat mengecewakan, ratusan kopi Fifty Shades disumbangkan….dan ditolak mentah-mentah

Photo credit: Walesnews.com

Banjir sumbangan buku Fifty Shades di Goldstone Books.  Photo credit: Walesnews.com

Saya tergelitik untuk menuliskan kembali berita unik ini karena…..yah, kelihatannya bukan cuma saya yang berpendapat kalau Fifty Shades adalah bencana literatur (no offense, please). Kelihatannya cukup banyak fans atau pembaca Fifty Shades yang kecewa terhadap BDSM erotica kontroversial ini. Buktinya adalah ‘kasus’ kelebihan sumbangan Fifty Shades di salah satu charity book shop ini.

Ceritanya, Goldstone Books di Swansea kewalahan menerima sumbangan buku Fifty Shades dari warga. Goldstone ini toko buku second yang menerima sumbangan buku bekas dari warga. Saking banyaknya, mereka sampai bisa membuat benteng buku Fifty Shades seperti gambar di bawah. Continue reading

The Blindfold Club: So… I pushed my luck with another erotica and failed again

Three simple rules to obey and break…Three hard lessons to learn…Three little sweet mistakes to do

Photo credit: Goodreads

                                                                    Photo credit: Goodreads

Judul: Three Simple Rules (Blindfold Club #1)
Penulis: Nikki Sloane
Bahasa: Inggris
Format: ebook, 232 hal.
Penerbit: CreateSpace Independent Publishing Platform (2015)
Genre: romance, erotica

Judul: Three Hard Lessons (Blindfold Club #2)
Penulis: Nikki Sloane
Bahasa: Inggris
Format: ebook, 226 hal.
Penerbit: CreateSpace Independent Publishing Platform (2015)
Genre: romance,  erotica

Judul:  Three Little Mistakes (Blindfold Club #3)
Penulis: Nikki Sloane
Bahasa: Inggris
Format: ebook, 244 hal.
Penerbit: CreateSpace Independent Publishing Platform (2015)
Genre: romance,  BDSM erotica

Cerita

Three Simple Rules (Blindfold Club #1)

I would do anything for my dream job. Now I have to.
In order to save my skin at the office, I’m forced to sell it at an exclusive and illegal blindfold club. He paid thousands of dollars for one night to own me, but when my blindfold comes off…

Three Hard Lessons (Blindfold Club #2)

I am the woman men pay thousands of dollars to sleep with. I do what I love and what I’m so very good at.
Then he walks in and drops $30,000. He wants to talk. And kiss. And take me home.
In a single night, this man turns everything upside-down and has me breaking every rule I’ve lived by to keep men at a distance. I’m about to learn some lessons the hard way.

Three Little Mistakes (Blindfold Club #3)

I sell sex, sin, and pleasure, but it isn’t just my business, it’s my entire life. I get off on the power of controlling it all.
She’s the one woman I can’t have.
She threatens everything, and yet I can’t stay away. There’s a beautiful, sexual creature inside this timid girl that’s desperate to claw its way out. I’m going to set it free, even if it brings my empire tumbling down.
I have to believe she’ll be worth all the little mistakes I’ve made.
Continue reading

Episode Hujan: sebuah episode panjang tentang kehilangan (dan jalan untuk berdamai dengannya)

“Pluviophile.”
“Apa itu?”
“Itu kamu. Orang yang merasakan kedamaian saat hujan.”

Episode Hujan.

Episode Hujan.

Judul:  Episode Hujan
Penulis: Lucia Priandarini
Bahasa: Indonesia
Format: paperback, 292 hal.
Penerbit: Grasindo (2016)
Genre: drama

Cerita

“Hujan membuatku merasa tidak sendiri. Rintik hujan membuatku sadar. Aku bukan satu-satunya orang yang jatuh, lalu pecah membentur batu dan aspal jalanan, atau larut bersama kelokan sungai.”

Bagi orang lain, pembicaraan tentang hujan barangkali terdengar konyol. Tapi, bagi Katya, bersama Banyu Mili, pembicaraan topik seremeh-temeh cuaca menjadi semenarik film box office. Continue reading

In love with Wallflowers series? Try to move on with these HR series!

HR

Saya termasuk fans fanatik menuju fangirl Wallflower Series-nya Lisa Kleypas. I love almost everything about the series, terutama buku ketiga yang menampilkan Lord Sebastian St. Vincent yang playboy dan Evangeline Jenner, si pemalu nan gagap. Saya bahkan bela-belain baca versi manga dan ebook-nya sampai berkali-kali.

Nah, karena saya sudah khatam baca Wallflowers, jadi saya coba move on dengan baca hisrom lain. Awalnya saya pikir nggak ada yang sebagus Wallflowers. Tapi setelah coba baca macam-macam hisrom, akhirnya saya berhasil menemukan beberapa series yang sekeren, seromantis, dan selucu Wallflowers.

Barangkali ada yang kepingin move on juga dari Wallflowers (tapi kayaknya pembaca lain sudah jauh lebih expert soal hisrom daripada saya, deh), coba baca series-series ini. Saya juga iseng-iseng coba bikin infografis-nya. Cuma bikin dari situs infographic maker gratisan, sih. Tapi bikin infografis sendiri seru juga ternyata.

Continue reading

Confessions by Kanae Minato, a disturbing tale from a dysfunctional society

51TydySJn-L._SY344_BO1,204,203,200_

Confessions (Kokuhaku).  Photo credit: Goodreads

Judul:  Confessions
Penulis: Kanae Minato
Bahasa: Inggris
Format: ebook, 288 hal.
Penerbit: Mulholland Books (2014)
First published: Jepang – 2008
Genre: thriller

Story

Her pupils killed her daughter. Now, she will have her revenge.

Continue reading

4 Perempuan, secangkir teh, dan buku

IMG_20151213_191028

Saya belum pernah ngerasain jamuan ala high tea. Bahkan pesta minum teh casual pun belum pernah. Tea party rasanya sedikit terlalu mewah untuk orang yang biasa makan di warung mie pangsit seperti saya. Hahaha…Tapi tahu-tahu kemarin saya diundang tea party oleh salah satu sobat di klub buku. Mbak Shinta, yang bikin acara ini adalah penggila tea set. Dia hobi banget koleksi tea set cakep.

Continue reading